Siantar, hetanews.com - Salah satu syarat yang diminta oleh Dinas Kesehatan Siantar agar sekolah tatap muka dibuka adalah siswa harus memiliki surat keterangan sehat dari dokter bukan bidan.

Adanya persyaratan tersebut menjadi keluhan bagi sejumlah orang tua siswa. Meski demikian Dinkes Siantar menampik bahwa surat sehat belum jadi keputusan.

Menurut salah seorang warga Siantar, L Siregar, persyaratan surat sehat dari dokter bisa dijadikan ajang cari keuntungan oleh sejumlah pihak. Sebab kata dia, mengurus surat sehat tentu dikenakan biaya.

Senada disampaikan seorang pedagang T Boru Pangaribuan. Menurut Ibu empat anak ini pengurusan surat sehat dari dokter dapat membebani masyarakat.

"Saya ini hanya pedagang kecil dan anak saya ada 4 yang sekolah, kalau ada surat kayak gini kami sangat terbebani, sekarang ini makan saja pas-pasan," ungkapnya, Rabu (16/12/2020).

Selain jadi beban, persyaratan surat dokter dikhawatirkan akan menimbulkan kerumunan. Sebab warga akan berbondong bondong mengurus surat ke Puskesmas. Pengurusan surat keterangan dokter dipastikan ke puskesmas karena harga lebih murah.

Baca juga: Gugus Tugas Covid Siantar Beri Sinyal Akan Perbolehkan KBM Tatap Muka Pada 2021 Dengan Syarat


Respon Dinkes

Terpisah, Kadis Kesehatan Siantar dr Ronald Saragih membantah bila surat sehat  jadi ajang keuntungan. Syarat surat sehat, kata dia, masih sebatas imbauan dan belum keputusan.

"Itu tidak jadi keuntungan puskesmas, Pengurusan surat sehat bukan harus dari puskesmas, ini masih belum jadi keputusan dan ini baru himbauan dari saya," kata dr Ronald.

Ia menjelaskan, fokus utama adalah pelajar dari luar daerah. Ia mencontohkan pelajar asal Samosir masuk asrama tidak bawa surat sehat dan terpapar Covid-19 akan jadi klaster baru.

Meski demikian, Ronal tidak memungkiri mengurus surat sehat keterangan dokter tidak gratis. "Kalau dia ngurus surat sehat ke swasta kan tidak boleh gratis," ucapnya.

Baca juga: Praktek Salah Fardhu Kifayah Berpolemik Panjang, Massa HMI Desak Copot Ronald Saragih

Sementara itu, Sekretaris Satgas Covid 19 Kota Siantar, Daniel Siregar, mengatakan pihaknya akan menjadwalkan pengurusan surat sehat agar tidak menimbulkan kerumunan.

"Rencananya nanti puskesmas akan membagi jadwal untuk buat surat sehat, soal jadwalnya akan diumumkan di rapat selanjutnya," pungkas Daniel.