Siantar, hetanews.com - KPU Kota Siantar melaksanakan Rapat Pleno Terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat Kota Siantar untuk pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Siantar tahun 2020, di lantai 6 Sapadia Hotel, Rabu (16/12/2020).

Proses rekapitulasi, berlangsung dengan tertib dengan penghitungan dari setiap kecamatan di Kota Siantar. 

Sebelum istirahat (Break Ishoma), sudah 3 dari 8 kecamatan yang dilakukan rekapitulasi. Rekapitulasi ini, merupakan rapat rekapitulasi tertinggi untuk pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Siantar.

"Hari ini kita melaksanakan rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara di tingkat Kota Siantar. Yang mana ini merupakan lanjutan dari proses pemungutan dan penghitungan suara yang dilaksanakan 9 Desember di setiap TPS di Kota Siantar yang dilanjutkan dengan pelaksanaan rekapitulasi di tingkat Kota Siantar," kata Ketua KPU Siantar, Daniel Sibarani saat diwawancarai awak media.

Baca juga: Dari Data Pemko Siantar: Asner-Susanti Raup 87 Ribu Suara
 

Beri masukan

KPU mempersilahkan dari pihak Bawaslu, saksi atau lembaga pemantau untuk memberikan masukan, tanggapan ataupun rekomendasi terhadap proses rekapitulasi yang berlangsung selama ini di tingkat kecamatan.

"Kita persilahkan juga kepada rekan rekan PPK untuk membacakan hasil termasuk juga catatan kejadian khusus di tingkat kecamatan. Untuk hasilnya, ini kan sudah berjalan sekitar 3 kecamatan, break sesudah ini kita lanjutkan dengan kecamatan lain. Kita berharap, hari ini final untuk hasil penghitungan tingkat Kota dan kita tetapkan," ujarnya saat diwawancarai saat break.

Sesudah tahapan ini, KPU Kota Siantar akan menunggu apakah ada registrasi di Mahkamah Konstitusi untuk perselisihan hasil perolehan suara. 

"Jika tidak ada, sesudah MK mengumumkan dalam buku registrasi perkara konstitusi, kita akan menetapkan paslon terpilih paling lama 5 hari sesudah MK," tutup Daniel.

Hadir, seluruh komisioner KPU Siantar, Bawaslu Siantar, Kejaksaan, Polres, PPK, saksi dari paslon tunggal Asner Silalahi - Susanti Dewayani dan lembaga pemantau pemilu.

Baca juga: KPU Siantar musnahkan 1882 Surat Suara