Simalungun, hetanews.com - Calon Bupati Simalungun, nomor urut 2, H Muhajidin Nur Hasim, melaporkan salah satu organisasi kemasyarakatan (Ormas), ke Bawaslu Simaungun, Senin (14/12/2020), lalu.

Pria yang akrab disapa Bang Hasim itu, dalam laporannya menyebutkan, oknum ormas tersebut telah melakukan intimidasi terhadap tim pemenangannya, termasuk para saksi yang bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Hasim meminta Bawaslu menindak tegas ormas yang melakukan intimidasi dan ancaman kepada Tim Supervisi Hasim-TPS, di berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Simalungun.

Menurut calon Bupati Simalungun yang diusung Partai Demokrat dan Partai Gerindra itu, sekitar 1.200 saksi Hasim-TPS, tidak berani datang ke TPS.

"Akibatnya saksi-saksi kita tidak berani datang ke TPS. Karena para saksi kita mendapatkan ancaman dari ormas. Sebelumya kita ketahui, ormas tersebut mendeklarasikan diri, mendukung salah satu paslon," tukas Hasim.

"Kami juga berharap kepada Bawaslu selaku pengawas Pilkada Simalungun agar dapat menindak dan memberikan keputusan yang seadil-adilnya, yaitu pengulangan Pilkada Kabupaten Simalungun, sebagaimana harapan besar dari masyarakat," lanjutnya.

Hasim juga mengatakan, pelaksanaan Pilkada itu harus jujur dan transparan. Jangan ada pihak-pihak yang melakukan intimidasi kepada masyarakat yang akan memberikan hak suaranya.

Baca juga: Bawaslu Simalungun Tak Tahu Jika Ada Kerjasama Penyelenggara dengan PP

Baca juga: Terkait Pilkada di Simalungun, Matius Sianturi SH: Ormas Lakukan Intimidasi Mesti Dipidana!

"Jadi  kepada Bawaslu agar menindak tegas oknum-oknum yang berprilaku sangat tidak pantas dan mencerminkan tingkah laku yang tidak baik," tandas Hasim.

Hasim menerangkan, pihaknya telah melampirkan alat-alat bukti berupa video dan juga saksi-saksi.

"Akibat dari perbuatan yang tidak baik itu, kita juga tidak dapat mendistribusikan tali asih kepada saksi-saksi Hasim-TPS yang hampir terjadi, di semua kecamatan di Kabupaten Simalungun. Akibatnya para saksi Hasim-TPS juga tidak berani datang ke TPS, karena di setiap TPS selalu ada oknum ormas tersebut yang mengenakan seragam lengkap," tutupnya.