Simalungun, hetanews.com - Dua terdakwa, Jhon Sarwedi Rajagukguk als Jhon Black dan Jon Veri Silalahi, masing - masing divonis 4 tahun 6 bulan penjara, denda Rp900 juta subsider 6 bulan penjara.

Putusan hakim, pimpinan A Hadi Nasution SH tersebut, dibacakan dalam persidangan online PN Simalungun, Selasa (15/12/2020).

Kedua terdakwa yang sama – sama bermukim di Kecamatan Perdagangan, dinyatakan bersalah melanggar pasal 112 (1) UU RI No.35/2009 tentang tanpa hak atau melawan hukum memiliki narkotika.

Sebelumnya, kedua terdakwa, dituntut 5 tahun penjara dan denda yang sama dengan putusan hakim.

Menurut hakim, berdasarkan fakta persidangan, keterangan saksi - saksi dan barang bukti, kedua terdakwa ditangkap pada Selasa, 7 Juli 2020 lalu, pukul 19.00 WIB, di Pajak Perdagangan, Kecamatan Perdagangan, Kabupaten Simalungun.

Keduanya sepakat membeli sabu secara patungan seharga Rp.500 ribu. Sabu dibeli melalui Ucok (DPO).

Usai menerima sabu dari Ucok, keduanya ditangkap saksi polisi, M Yunus Manurung, A Sibarani dan Donald Tobing saat sedang duduk, di loket Gopans Jaya.

Petugas menyita barang bukti handphone dan 1 bungkus kotak rokok Surya yang di dalamnya terdapat 5 plastik klip berisi narkotika jenis sabu, kaca pirex dan jarum.

Dalam persidangan,  terdakwa didampingi pengacara dari Posbakum PN Simalungun dan diberi kesempatan selama 7 hari. Untuk menyatakan pikir-pikir, menerima ataupun mengajukan banding atas vonis hakim tersebut.

Persidangan dibantu panitera, A Manurung SH, dinyatakan selesai dan ditutup.

"Sidang dinyatakan selesai dan ditutup,"kata Hadi, di dampingi hakim anggota, Yudi Dharma SH dan R.Sormin SH.