Siantar, hetanews.com - Nina Wati, seorang perempuan yang gigih dan aktif menjalankan profesinya sebagai RW 007, di Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar.

Meski banyak liku - liku dan beraneka ragam masalah yang dihadapinya, dalam melaksanakan tugasnya, tapi sosok ibu ini tetap tangguh dalam membantu masyarakatnya.

Bahkan, dirinya sangat disayangi warganya. Nina Wati sempat dituding melakukan pungli saat membantu masyarakat penerima bantuan Covid-19. Namun tudingan ataupun ucapan salah satu oknum pejabat kecamatan itu, nyatanya tidak benar sama sekali.

Bahkan, oknum Camat sudah meminta maaf kepada Nina Wati.

Dan soal rekaman warga yang menudingnya melakukan pungli, tapi hingga saat ini tidak jelas, siapa yang melontarkan tudingan tidak bertanggungjawab itu.

Faktanya, Nina Wati telah puluhan tahun menjadi RW dan banyak warga yang terbantu. "Saya sama sekali tidak pernah meminta uang lelah kepada warga, boleh ditanya," katanya saat berbincang - bincang khusus dengan hetanews, Senin (14/12/2020) malam lau, di kediamannya.

"Bahkan saya rela membantu orang, meski uang saya hanya tinggal selembar,"katanya lagi sambil tersenyum.

Banyak warganya yang marah ketika ibu Nina Wati, disebut demikian oleh oknum kecamatan tersebut. "Ibu Nina tidak pernah begitu,"kata salah seorang warga.

Bahkan teman - teman sesama RW-nya juga mendukung kinerja Nina Wati yang dianggap sukses.

Beberapa RW juga menyesalkan ucapan oknum dari kecamatan itu. "Gara - gara oknum lain, ibu Nina yang kena," kata mereka kesal yang juga hadir dalam bincang - bincang khusus itu.

Nina secara rinci menjelaskan kinerjanya yang sudah puluhan tahun aktif sebagai RW.

Dia membantu warga dalam menyalurkan bantuan, baik dari pemerintah pusat, Pemprovsu dan juga Pemko Siantar.

Sosok ibu ini juga mampu mengelola dana yang ada di tingkat kota/provinsi ataupun pusat agar bisa dinikmati warganya, termasuk di sektor Tarukim (Tata Ruang dan Pemukiman).