Simalungun, hetanews.com - Irfan Santoso (41), warga Dusun Blok I Desa Tandem Hilir II, Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang, terbukti menjual sabu, di Silau Kahean Simalungun, dan akhirnya divonis 10 tahun penjara, denda Rp 1 miliar, subsider 1 tahun, di sidang online Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Senin (14/12/2020).            

Vonis majelis hakim yang diketuai Roziyanti SH dengan anggota, Mince Ginting SH dan Aries K Ginting SH, dibantu panitera, M Ramli, konform (sama) dengan tuntutan jaksa, Devica SH.

Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah, melanggar pasal 114 (1) UU RI No.35/2009 tentang narkotika.

Menurut hakim, berdasarkan fakta di persidangan, melalui keterangan saksi-saksi, dab keterangan terdakwa yang dihubungkan dengan barang bukti sabu seberat 31,99 gram dan satu unit sepeda motor Honda Vario BK 5325 AGJ, terdakwa telah terbukti melakukan perdagangan narkotika jenis sabu.               

Terdakwa ditangkap anggota Satnarkoba Polres Simalungun, yaitu saksi Paiduk Lumbanraja, Efraim Purba, Donal Tobing dan Arikson Sibarani, pada Jumat, 26 Juni 2020 lalu, pukul 17. 00 WIB, ketika mengantarkan sabu pesanan Rajon (DPO), di Kecamatan Silo Kahean.

Para saksi yang sebelumnya sudah mendapat informasi dari masyarakat, lalu meyetop kenderaan terdakwa saat melintas, di desa tersebut.

Setelah diperiksa, ternyata sabu dalam paket besar diselipkan di dalam lampu sepeda motor.

Bersama barang bukti, terdakwa diserahkan ke Mapolres Simalungun untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.                 

Satu unit sepeda motor Honda Vario, dinyatakan hakim dirampas untuk negara dan barang bukti sabu, dirampas untuk dimusnahkan.

Atas vonis hakim, terdakwa didampingi pengacara, Frans Silalahi SH, masih pikir-pikir, apakah menerima atau mengajukan banding ke PT Medan.