Simalungun, hetanews.com - JS als Op. Risda yang usianya sudah sama dengan HUT Kemerdekaan RI (75 tahun), nekat mencabuli cucunya, sebut saja Tia (nama palsu) yang berusia 8 tahun 4 bulan.

Dia akhirnya dituntut 8 tahun penjara, denda Rp. 60 juta, subsider 6 bulan kurungan.

Tuntutan jaksa, Devica Oktaviniwaty tersebut, dibacakan dalam persidangan online Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Senin (14/12/2020).

 JPU mempersalahkan terdakwa, melanggar pasal 81 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Menurut JPU, perbuatan cabul yang dilakukan opung (kakek) bejat itu, terjadi pada sekitar bulan Mei 2015, lalu, di rumah terdakwa, di Dusun Sipapaga Huta Raja, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun. Saat itu, korban baru saja pulang dari sekolah.

Karena lapar pulang sekolah, terdakwa mengambil nasi, tapi tidak ada sayur dan ikannya. Lalu korban pergi ke rumah opungnya, sambil membawa nasi dalam piring, untuk meminta ikan dan sayur.

Korban pun makan di rumah terdakwa (opungnya) hingga selesai. Lalu terdakwa mengajak korban masuk ke kamar untuk disetubuhi.

Awalnya, korban tidak mau, tapi dijanjikan akan diberi uang Rp10 ribu, maka korbanpun berhasil disetubuhi opungnya itu. Akibatnya, selaput darah korban sudah tak utuh lagi.

Hal itu sesuai hasil Visum Et Repertum No: 7793/VI/UPM/VII/2020 tanggal 21 Juli 2020 yang dibuat dan ditanda tangani, dr. Martha Silitonga, SpOG, dokter Rumah Sakit Umum Daerah dr. Djasamen Saragih.

Atas tuntutan jaksa, terdakwa yang sudah berusia lanjut, memohon keringanan hukuman dari hakim. Dengan alasan menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

"Saya minta hukuman saya diringankan, Bu hakim,"katanya, di dampingi pengacara dari Posbakum PN Simalungun.

Untuk putusan, sidang ditunda hingga Senin mendatang, kata ketua majelis hakim, pimpinan Roziyanti, di dampingi dua hakim anggota, Aries dan Mince Ginting SH.