Simalungun, hetanews.com - Tomro Siregar (47) warga Dusun Lumban Baringin Nagori Dolok Marlawan Kecamatan Jorlang Hataran divonis 4 bulan 10 hari. Vonis hakim pimpinan Hendrawan Nainggolan yang dibacakan dalam persidangan online Senin (14/12) lebih ringan dari tuntutan jaksa.

Sebelumnya, terdakwa dituntut 8 bulan penjara oleh jaksa Dedy Chandra Sihombing SH. Tomro Siregar dinyatakan terbukti  melakukan penganiayaan terhadap seorang pendeta (saksi korban) Tumahop M Silaban.

Terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal 351 (1) KUH Pidana tentang penganiayaan. Dalam persidangan terdakwa didampingi pengacaranya P.Napitu SH.

Faktanya, perbuatan tersebut dilakukan terdakwa pada Sabtu 22 Agustus 2020 pukul 17.00 Wib di areal persawahan Dusun Sigaol Nagori Dolok Marlawan Kecamatan Jorlanghataran Simalungun. Saksi korban merupakan seorang pendeta di salah satu rumah ibadah di Dolok Marlawan.

Sore itu usai mengebumikan salah satu anggota jemaatnya yakni alm Oppu Mersi boru Panjaitan. Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba korban diserang oleh terdakwa dengan kepalan tangan kanan meninju bagian kening korban sebanyak 3 kali hingga terjatuh ke sawah dan lukanya mengeluarkan darah.

Kejadian itu disaksikan oleh pengurus gereja Edi Tampubolon, Runggu Samosir dan Lundu Francis L Tobing. Para saksi melerainya dan membawa korban berobat ke Puskesmas Tigabalata. Derita dan luka yang dialami korban diperkuat oleh visum et revertum yang dibuat oleh dr Amran H Situmorang MKM dokter pada Puskesmas Tigabalata.

Terdakwa sebelumnya mengaku dendam kepada korban. Karena berdasarkan pengakuan istri terdakwa jika korban pernah memperkosa istri terdakwa.

Atas putusan tersebut, terdakwa menyatakan pikir-pikir, demikian juga dengan jaksa. Persidangan dibantu panitera P Saragih SH dinyatakan selesai dan ditutup.