Siantar, hetanews.com - Memperingati Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) tahun 2020, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar mengklaim telah menyelamatkan uang negara senilai Rp 500 juta. Perolehan uang tersebut dari bidang Pidana Khusus (Pidsus) dan Bidang Intelijen (Intel).

Hal itu dijelaskan Kajari Siantar, melalui Kasi Intel, BAS Faomasi Jaya Laia SH, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Jumat (11/12/2020).

Penyelamatan keuangan negara dari sejak Januari hingga Desember 2020.

"Sesuai data yang ada pada kami, uang negara yang berhasil diselamatkan senilai Rp.500 juta. Dengan rincian, Rp.440 juta dari bidang Pidsus dan Rp.60 juta dati bidang Intel,"jelas BAS.

Dari Pidsus termasuk pengembalian dari Dinas Pendapatan dan Dinas Kominfo. Uang yang berhasil diselamatkan sepanjang tahun 2020, telah disetorkan ke kas Negara, katanya.

Sedangkan kasus korupsi yang sedang dalam proses penuntutan antara lain, dugaan korupsi di Dinas Kominfo Kota Siantar dan juga kasus pemalsuan faktur pajak senilai lebih kurang Rp7 milyar dengan terdakwa EWH, warga Medan.

Sedangkan beberapa pengaduan yang terus ditindaklanjuti Kejari Siantar, antara lain, terkait dugaan korupsi KONI, sebesar ratusan juta rupiah dan dugaan korupsi di PUPR terkait pekerjaan drainase Jalan Wahidin dengan nilai pagu Rp.1,6 Milyar. Tindaklanjut oleh tim Intel masih Pubaket dan Puldata (Pengumpulan bahan keterangan dan pengumpulan data).

Untuk itu, Tim Intel telah memanggil setidaknya belasan orang yang terlibat dalam dua kasus tersebut. Tahapannya masih penyelidikan (lid), jelas BAS.