Siantar, hetanews.com - Polres Siantar, akhirnya menetapkan empat orang yang berprofesi sebagai petugas pemandi jenazah, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djasamen Saragih, sebagai tersangka.

Hal ini buntut kasus kesalahan Fardhu Kifayah atau pemandian jenazah yang tidak sesuai dengan Syariat Islam.

Empat orang ini, pada pertengahan September 2020 lalu, ketahuan oleh pihak keluarga yang melihat almarhumah, dimandikan oleh empat pria yang bukan muhrimnya.

Dari situ, pihak keluarga melapor ke Polres Siantar, dengan indikasi dugaan penistaan agama.

Kapolres Siantar, AKBP Boy Sutan Binanga Siregar yang memimpin press release penetapan tersangka, di dampingi Kasat Reskrim, AKP Edi Sukamto, bersama salah seorang kuasa hukum keluarga korban, Muslimin Akbar, di ruangan tunggu Kapolres Siantar, Jumat (11/12/2020) pagi tadi.

Baca juga: Heboh 4 Pria Mandikan Jenazah Wanita Bukan Muhrim, RSUD Djasamen Saragih Minta Maaf

"Hari ini kita melakukan press rilease terkait adanya laporan dari saudara Fauzi Munthe terhadap pemandian jenazah almarhumah istrinya. Hari ini kita sudah menetapkan tersangka. Ada empat orang tersangka yang ditetapkan sebagai tersangka yang terlibat dalam pemandian jenazah," tutur Kapolres.

Keempat tersangka tidak dilakukan penahanan, karena tenaganya sampai saat ini masih dibutuhkan sebagai petugas pemandi jenazah di RSUD Djasamen Saragih, serta kepolisian berkeyakinan, bahwa tersangka tidak akan melarikan diri.

Keempatnya, dipersangkakan dengan pidana sesuai Pasal 79 huruf C junto Pasal 51 UU RI No 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran atau Pasal 156 a KUHP tentang Penistaan Agama. "Untuk ancaman, lima tahun penjara,"singkat AKBP Boy.

Inisial keempat tersangka yaitu DA, RE, ES dan RS. "Untuk saat ini masih penetapan empat tersangka, bila mana petunjuk atau perkembangan nanti akan kita sampaikan di kemudian hari," ujarnya.

Kapolres menjelaskan, bahwa dalam kasus tersebut, pihak kepolisian telah bekerja secara profesional.

"Kasus ini sudah kami lakukan secara profesional dari tahap pelaporan sampai penetapan tersangka dan selanjutkan akan kita serahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Siantar. Semoga masyarakat Kota Siantar, mengetahui, bahwa kinerja Polres Siantar cukup profesional. Sehingga membuat Kota Siantar ini menjadi damai tidak ada masalah dikemudian harinya," akhiri AKBP Boy.

Sementara itu, Muslimin Akbar, salah seorang kuasa hukum dari keluarga korban, mengapresiasi kinerja dari Polres Siantar. Namun, ia berharap kasus tersebut tidak hanya sampai di empat tersangka yang dijerat, namun juga penyelidikan ke manajemen RSUD Djasamen Saragih yang bertanggung jawab atas perintah kepada petugas pemandi jenazah.

"Tingkat menajemen, oran-orang merintahkan ini akan kita ungkap lagi dalam penerapan hukum yang seadil-adilnya. Kami meminta dalam pelaksanaannya juga, pihak menajemen juga harus ditindak lanjuti. Kami secara kelembagaam, sebagai kuasa hukum mengucapkan banyak terima kasih atas kinerja Polres Siantar," kata Muslimin.