Simalungun, Hetanews.com - Bawaslu Simalungun menerima 19 laporan masyarakat terkait pelanggaran Pilkada Simalungun 2020. Laporan masyarakat tersebut diantaranya dugaan politik uang dan netralitas ASN.

“Laporan masyarakat paling banyak dugaan money politik kemudian netralitas ASN yang ada laporan juga ke KASN,” jelas Komisioner Bawaslu Simalungun Bidang Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Mulai Adil Saragih, ditemui di Kantor Bawaslu Simalungun, Selasa (8/12/2020).

Adil menjelaskan, 7 dari 19 laporan tersebut sudah ditindaklanjuti Sentra Gakkumdu Simalungun. Sementara 2 laporan sedang diproses untuk ditindaklanjuti ke Gakkumdu.

"Laporan dari masyarakat ada 19, 7 sudah ditindaklanjuti ke Gakumdu dan 2 sedang di proses dalam kajian untuk ditindaklanjuti ke Gakumdu,” ungkapnya.

Masih kata Mulia, selain itu pihaknya menindak pelanggaran protokol kesehatan oleh Paslon.  Untuk pelanggaran Protokol kesehatan pihaknya langsung menindak di lapangan.

“Kemarin ada satu pelanggaran administrasi kita sudah tindak lanjuti ke KPU Simalungun.Kita ingatkan karena tidak mematuhi Prokes, tidak membubarkan diri maka kita lanjutkan ke KPU Simalungun sebagai pelanggaran administrasi,” kata Adil.

Pasca Pilkada akan ditindaklanjuti

Di lain sisi, Ketua Bawaslu Simalungun M Choir Nazlan Nasution memastikan Bawaslu akan menerima tiap laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran Pilkada Simalungun.

Baca juga: Bawaslu Terima Laporan Politik Uang Panggil Pihak Terlapor

Pihaknya, kata Choir, bukan penentu apakah laporan kemudian diterima atau ditolak. Namun Sentra Gakkumdu yakni Kejaksaan, Kepolisian dan Bawaslu.

"Dalam proses penanganan Bawaslu yang berhak mengeluarkan surat. Jadi bukan Bawaslu yang menentukan diterima atau ditolak. Namun tiga lembaga ini (Gakkumdu) yang melakukan proses rapat," jelas Choir kepada warga dari Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi Bersih Simalungun, yang berunjuk rasa di kantor Bawaslu pada hari yang sama.

Masih kata Choir, pihaknya memastikan ke 19 laporan tersebut tetap akan ditindak lanjuti meski Pilkada sudah selesai digelar.

“Walaupun pasca pilkada ini kita tetap proses, tidak ada pembiaran. Termasuk laporan pelanggaran jelang hari H. Sekarang lagi proses penanganan dari Gakkumdu,” jelas Choir.

Baca juga: Nama Ketua Bawaslu Simalungun Viral Di Medsos