Simalungun, hetanews.com - Terdakwa Dicky Wahyudi als Tompul (20), warga Dusun I, Nagori Serapuh, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, dituntut 2 tahun 6 bulan penjara, disidang online Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (8/12/2020).

Jaksa Friska Marlina, mempersalahkan terdakwa melanggar psal 362 KUH Pidana.

Tompul terbukti melakukan pencurian sepeda motor (Septor) yang dimodifikasi menjadi becak milik Chairil Wahdiansyah.

Pencurian itu, dilakukan terdakwa, pada  Minggu, 2 Agustus 2020 lalu, di Huta Mariah Jambe, Kecamatan Jawa Maraja, Kabupaten Simalungun. 

Terdakwa membawa kabur 1 unit Yamaha XABRE warna Abu-abu, BK-3914-TBE milik saksi korban Chairil Wahdiansyah. 

Awalnya, saksi Chairil menyuruh Zulfikar menjemput ibunya, bernama Winarti dan adiknya, Agil.

Tapi terdakwa memaksa saksi Zulfikar untuk mengantarkannya pulang ke Serapuh.            

Meski dibilang tidak bisa, tapi terdakwa memaksa dan naik ke atas sepeda motor, bersama saksi Agil. Setibanya di rumah saksi korban, Agil turun, sedangkan terdakwa tetap berada di atas sepeda motornya.            

Saat itu, timbul niat terdakwa untuk memiliki sepeda motor tersebut. Lalu membawa sepeda motor milik saksi korban menuju ke Perbaungan. Akibatnya, saksi korban mengalami kerugian Rp.18 juta.             

Usai mendengarkan tuntutan jaksa, terdakwa secara lisan memohon kepada hakim agar hukumanya diringankan. Dengan alasan menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Persidangan dipimpin ketua majelis hakim, Roziyanti, di dampingi dua hakim anggota, Aries dan Mince Ginting, menunda persidangan hingga Senin mendatang untuk pembacaan vonis.