Simalungun, hetanews.com - Jaksa Fransiska Sitorus SH,  menuntut terdakwa Adi Anggara Singarimbun (22), selama 10 tahun penjara, denda Rp.60 juta, subsider 1 tahun penjara. Tuntutan jaksa, dibacakan dalam persidangan online Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (8/12/2020).

Menurut jaksa, warga Jalan Pembangunan Gundaling, Kelurahan Saribudolok, Kecamatan Silimakuta itu, terbukti mencabuli Risa (16), nama palsu.

Terdakwa dipersalahkan jaksa melanggar pasal 81 (2) Jo pasal 76 D peraturan pemerintah, pengganti UU No.1/2016 tentang perubahan ke-2 UU RI No.23/2002 tentang perlindungan anak yang telah ditetapkan menjadi UU No.17/2016 Jo pasal 64 (1) KUH Pidana.            

Pencabulan itu dilakukan terdakwa secara berulang, sejak 21 April 2020 dan Minggu, 28 Juni 2020, di dalam gubuk perladangan Nagasaribu, Kecamatan Silimakuta. Berawal dari perkenalan antara korban dan terdakwa, di media sosial. Setelah beberapa hari kemudian, keduanya sepakat bertemu, di sebuah tanah lapang, di Silimakuta.             

Kemudian terdakwa melalui pesan WA (Whats App), meminta agar korban mengirimkan foto-foto bugil korban kepada terdakwa. Bahkan ketika korban menolak, terdakwa mengancam korban akan dibunuh.             

"Jika kamu tidak mau mengirimkan foto bugilmu kau akan kubunuh karena aku sudah tahu rumahmu," ancam terdakwa, di pesan WA-nya.              

Merasa takut, lalu korban mengikuti permintaan terdakwa. Tak hanya itu, terdakwa juga mengancam akan menyebarkan foto bugil tersebut, jika korban tidak mau disetubuhi.

Persetubuhan itu pun dilakukan berulang kali. Tak hanya itu, terdakwa juga memaksa korban, melayani nafsu 2 temannya, Rio Saragih dan Agus Tarigan, masing - masing masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).           

Korban dicabuli di dalam gubuk, di sebuah perladangan. Jika korban tidak mau melayani dua temannya, maka akan disebarkan foto - foto bugilnya.

Atas tuntutan jaksa, terdakwa didampingi pengacara, Frans Silalahi SH, secara lisan memohon agar hakim meringankan hukumannya dengan alasan tidak mengulangi kesalahannya lagi.             

Untuk mendengar putusan majelis hakim yang diketuai Roziyanti SH, dengan hakim anggota, Aries K Ginting SH dan Yudi Darma SH, dibantu panitera M Ramli, sidang ditutup dan dilanjutkan Selasa mendatang.