Jakarta, hetanews.com - Aktor Gunawan Maryanto dan Laura Basuki berhasil membawa pulang Piala Citra sebagai Pemeran Utama Terbaik dalam Festival Film Indonesia atau FFI 2020. Gunawan Maryanto dalam film Hiruk-pikuk Si Al-kisah (The Science Of Fictions) dan Laura Basuki dalam film Susi Susanti: Love All.

"Terima kasih untuk FFI di tengah situasi kita yang sangat terbatas ini masih berusaha untuk menyelenggarakan acara ini, memberi penghargaan pada seluruh seniman film Indonesia," kata Gunawan Maryanto saat menerima Piala Citra.

Ia juga berterima kasih kepada seluruh rekannya yang terlibat dalam produksi film Hiruk-pikuk Si Al-kisah (The Science Of Fictions). Di akhir, ia mengumumkan kalau film ini akan segera tayang di bioskop pada 10 Desember 2020 mendatang.

Setelah Gunawan Maryanto, giliran Laura Basuki yang naik ke atas panggung untuk menerima Piala Citra dalam kategori Pemeran Utama Perempuan Terbaik.

"Aku merinding, Puji Tuhan terima kasih banyak untuk FFI. Saya harus mengucapkan terima kasih banyak untuk Daniel Mananta, produser saya, terima kasih untuk kepercayaannya," kata Laura Basuki.

Tidak lupa ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua rekannya yang terlibat dalam penggarapan film tersebut, termasuk lawan mainnya, Dion Wiyoko.

"Aku gak tahu apa jadinya Susi di sini kalau yang jadi Alan bukan kamu," katanya.

Laura Basuki secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Susi Susanti yang telah menjadi inspirasinya.

"Peran ini akan terus melekat dalam diri saya karena dari beliau saya belajar banyak sekali hal. Tentang bagaimana dia mencintai negara ini, pekerjaannya, keluarganya dan menurut saya dia adalah salah satu aset paling berharga yang Indonesia punya," katanya.

Sebelumnya, perempuan 32 tahun itu mengaku senang saat terpilih masuk ke dalam nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik tahun ini karena ini di luar ekspektasinya saat mengerjakan film Susi Susanti: Love All. Ini merupakan nominasi pertama dalam kategori tersebut setelah 6 tahun lalu untuk film Haji Backpacker.

Selama syuting, Laura Basuki mengaku hanya berusaha supaya bisa menampilkan kemampuannya sebaik mungkin dalam memerankan legenda bulu tangkis, Susi Susanti.

Film Susi Susanti: Love All merupakan film yang mengangkat kisah atlet bulu tangkis untuk pertama kalinya. Film ini diproduseri oleh Daniel Mananta dan suami Maia Estianty, Irwan Musry.

Sebelum memulai syuting film ini, Laura Basuki mengikuti pelatihan sebagai atlet bulu tangkis selama empat bulan. Selama melakoni perannya sebagai Susi Susanti, Laura Basuki mengakui setiap atlet memikul beban yang begitu besar.

Sedangkan Hiruk-pikuk Si Al-kisah (The Science Of Fictions) berkisah tentang Siman, seorang pemuda di pelosok Yogyakarta yang melihat pengambilan gambar pendaratan manusia di bulan oleh kru asing di Pantai Parangtritis, Yogyakarta di tahun 60-an. Film karya sutradara Yosep Anggi Noen terpilih pada seksi kompetisi utama dan tayang perdana di Locarno International Film Festival 7-17 Agustus 2019.

Malam Anugerah Piala Citra dalam Festival Film Indonesia atau FFI 2020 diselenggarakan pada Sabtu malam, 5 Desember 2020 di Plenary Hall Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta Pusat.

Total ada 21 kategori penghargaan dan Lifetime Achievement yang diberikan dalam acara tersebut. Seluruh tamu undangan mengikuti protokol kesehatan dengan memakai masker dan duduk berjarak sekitar 1 meter.

Sumber: tempo.co