Jakarta, hetanews.com - Polda Metro Jaya kembali menjadwalkan pemanggilan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab pada Senin (7/12) lusa. Pemanggilan tersebut terkait kapasitasnya sebagai saksi soal pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada 14 November 2020 lalu.

Merespons hal itu, Wakil Sekretaris Umum dan Kuasa Hukum FPI, Aziz Yanuar belum dapat memastikan apakah Habib Rizieq akan memenuhi jadwal panggilan pemeriksaan penyidik. Ia pun meminta agar seluruh pihak bersabar dan menunggu informasi kepastiannya.

"Tunggu besok Senin dikabarkan," kata Aziz saat dikonfirmasi merdeka.com pada Sabtu (5/12).

Namun demikian, ia telah memastikan jika kondisi Habib Rizieq saat ini telah sehat dan pulih kembali. Usai menjalani perawatan beberapa hari lalu, akibat kelelahan.

"Beliau (Habib Rizieq) sudah sehat insha Allah," kata Aziz.

Sementara terkait kemungkinan adanya masa yang mengantar Rizieq saat pemeriksaan nanti. Aziz menyampaikan jika FPI telah mengimbau agar para simpatisan tidak perlu mendampingi, hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

"Perintah Habib Rizieq untuk umat islam, hindari dan jangan berkerumun dan tetap selalu terapkan protokol kesehatan," katanya.

Polisi Ultimatum Pendukung Rizieq Datangi Polda Metro

Sebelumnya, terkait pemeriksaan terhadap pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab dan menantunya Hanif Alatas atas dugaan pelanggaran protokol kesehatan pencegahan Covid-19 pada saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselingi akad nikah putri dari Rizieq Syihab, Syarifah Najwa.

Pemeriksaan diagendakan pada Senin, 7 Desember 2020 di Polda Metro Jaya. Kepolisian pun mewanti-wanti agar simpatisan Front Pembela Islam (FPI), tidak usah ikut mendampingi, cukup penasihat hukum saja.

Kita harapkan yang bersangkutan (HRS dan menantunya) mau taat terhadap hukum dan mau hadir untuk dilakukan pemeriksaan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, Jumat (4/12).

Yusri mengaku sudah menyampaikan kepada simpatisan FPI supaya tidak berbondong-bodong mendatangi Polda Metro Jaya. Yusri menyatakan kepolisian akan bertindak tegas jikalau imbauan tak diindahkan.

"Siapapun yang datang ke sini dengan membawa massa akan kami akan tindak tegas dan membubarkan," ujar dia.

Menurut Yusri, kerumunan massa pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah jelas dilarang. Karena itu, simpatisan tidak usah ikut mengantar Rizieq Syihab dan menantunya Hanif Alatas.

"Tapi kalau masih dipaksakan, akan tindak tegas dan membubarkan. Dalam hal tegas kami akan melakukan penangkapan sesuai aturan jika tetap memaksa membawa massa ke Polda Metro Jaya pada hari Senin," ujar dia.

Sumber: merdeka.com