Bekasi, hetanews.com - Beradar video viral di media sosial yang merekam kericuhan pada acara Musyawarah Kecamatan (Muscam) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bekasi Utara pada Jumat (4/12) kemarin.

Video dengan durasi sekitar satu menit tersebut beredar dan diunggah oleh salah satu akun instagram @infobekasi. Terlihat kericuhan saling teriak dan dorong antar peserta Muscam, bahkan diantara mereka ada yang melempar kursi sementara sebagian lainnya nampak melerai kericuhan itu.

Atas kericuhan itu, Kapolsek Bekasi Utara Kompol Chaled Thayib telah mengkonfirmasi jika kericuhan tersebut dipicu karena adanya perbedaan pendapat terkait daftar pemilih tetap (DPT). Setelah data diverivikasi panitia namun ada yang meminta ditambahkan ke DPT.

"Karena ada beda pendapat tersebut maka ada yang lagi mengusulkan agar muscamnya ditunda. Tapi ada yang bersikeras dilanjutkan, sehingga terjadi keributan," kata Chaled saat dikonfirmasi, Sabtu (5/12).

Kendati demikian, dia menjelaskan jika kericuhan hanya berlangsung sebentar, walaupun ada aksi saling dorong dan sempat terjadi pelemparan kursi. Namun dari insiden tersebut tidak sampai adanya jatuh korban.

"Selanjutnya saya ambil langkah-langkah di atas yaitu mengosongkan ruangan rapat dan meminta registrasi ulang. Karena banyak yang bukan penerima mandat ikut-ikutan bicara dan membuat suasana riuh," ujarnya.

Sumber: merdeka.com