Hetanews.com - Pertandingan melawan Sevilla menjadi laga krusial bagi Zinedine Zidane sebagai pelatih Real Madrid. Kekalahan akan membuat nasib Zidane kian di ujung tanduk atau bahkan dipecat.

Di ajang Liga Spanyol, Madrid belum pernah menang lagi dalam tiga laga terakhir.

Mereka dibantai Valencia 1-4 dan keok 1-2 dari Deportivo Alaves. Satu laga melawan Villarreal berakhir imbang 1-1.

Melawan Sevilla menjadi salah satu penentuan nasib Zidane yang belakang dispekulasikan masa depannya.

Sebab, di Liga Champions Los Blancos terancam gagal lolos ke 16 besar usai kalah 0-2 dari Shakhktar Donetsk.

Real Madrid's head coach Zinedine Zidane looks at the field during the Spanish La Liga soccer match between Real Madrid and Getafe at the Alfredo di Stefano stadium in Madrid, Spain, Thursday, July 2, 2020. (AP Photo/Bernat Armangue)
Nasib Zinedine Zidane di ujung tanduk sebagai pelatih Real Madrid usai sejumlah hasil buruk.

Melawan Sevilla, di atas kertas Zidane bisa selamat atau setidaknya memperpanjang napas.

Sebab secara statistik, dalam enam pertemuan terakhir, Madrid menang empat kali, Sevilla dua kali.

Bahkan pada dua pertemuan di musim lalu, Madrid selalu meraih kemenangan atas Sevilla.

Namun, bermain di kandang sendiri menjadi keuntungan bagi Sevilla. Dalam empat laga kandang mereka di Liga Spanyol, Sevilla sudah tiga kali menang.

Meski begitu Madrid juga punya catatan impresif di laga away. Dari enam laga, mereka menang tiga kali, dua seri, dan sekali kalah.

Saat ini Madrid berada di posisi keempat klasemen sementara dengan 17 poin. Mereka unggul satu poin atas Sevilla yang berada di bawahnya.

Masa depan Zidane terus dispekulasikan menyusul hasil buruk Madrid, khususnya di Liga Champions mereka terancam gagal lolos ke 16 besar.

Sejumlah nama pengganti muncul. Di antaranya Mauricio Pochettino dan Raul Gonzalez.

Sumber: CNNindonesia.com