Siantar, hetanews.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Skantar, melanjutkan pemeriksaan dugaan korupsi pekerjaan drainase, di jalan Wahidin, dengan pagu Rp 1,6 Milyar.

Pasca diterima laporan, pihak Kejaksaan telah memintai sejumlah keterangan dan melakukan cek fisik ke lapangan.

Karena masih dalam proses Pulbaket/Puldata (pengumpulan bahan keterangan/pengumpulan data), sehingga pihak Kejaksaan, belum dapat merincikan siapa - siapa saja oknum yang telah dipanggil.

Bahkan, terlihat sejak Senin - Kamis (30/11/2020 – 3/12/2020), sejumlah PNS dari Dinas PUPR, dan rekanan, terlihat memenuhi panggilan untuk dimintai keterangannya.

Terlihat seorang PNS dari PUPR meninggalkan kantor Kejari, pasca diperiksa tim Intelijen Kejari Pematangsiantar. (foto/ay)

Hal tersebut dibenarkan B.A.S Faomasi Jaya Laia SH MH.

"Benar, kami ada memanggil beberapa orang untuk dimintai keterangan terkait pengaduan dugaan korupsi pembangunan drainase, di jalan Wahidin. Hanya saja, kami tidak dapat memberikan keterangan secara detail karena sifatnya masih rahasia," kata Kasi Intel BAS Faomasi, ketika ditanya wartawan, Jumat (4/12/2020), di kantornya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tim Intelijen Kejari Siantar, telah menerima pengaduan terkait adanya dugaan korupsi pekerjaan drainase, di Jalan Wahidin dengan nilai pagu 1,6 Milyar TA 2019. Pekerjaan tersebut hanya dilaksanakan selama 42 hari.

PNS ini juga datang memenuhi panggilan tim Intelijen terlihat sedang menunggu. (foto/ay)

Berdasarkan informasi dan juga pantauan wartawan, siang tadi, sudah belasan orang dimintai keterangan, termasuk PPK, pemborong, panitia perencanaan, bahkan mantan Kadis PUPR, berinisial JT.

Tim jaksa intelijen yang melakukan pemeriksaan, langsung dipimpin BAS Faomasi Jaya Laia, Fatah Chotib SH, Siti Martiti Manullang SH dan Heri Santoso SH.

Kondisi drainase lebih tinggi dari jalan dan rumah warga. (foto/ay)

Bahkan, warga sekitar jalan Wahidin, sempat mengeluhkan kondisi bangunan karena lebih tinggi dari jalan.

Sehingga rumah warga menjadi banjir jika hujan turun. Drainase yang seharusnya mencegah agar tidak banjir tapi yang terjadi malah sebaliknya, ungkap warga.