Jakarta, hetanews.com - Salah satu industri terbesar yang terkena dampak virus Covid-19 adalah industri penerbangan. Banyak pilot, pramugari, dan anggota staf penerbangan lainnya terus berupaya untuk mendapat penghasilan setelah dipecat.

Salah satunya ialah kisah pramugari Maurice Maureen Avila dari Filipina. Mulanya ia merupakan seorang perempuan yang pemalu.

Tetapi dengan cepat mengesampingkan rasa malunya dan memutuskan menjual tabung Liquid Petroleum Gas (LPG) setelah pemutusan hubungan kerja dari pekerjaannya pada bulan Oktober, karena pandemi Covid-19.

Dia mengaku sedih harus meninggalkan pekerjaannya selama tiga tahun, di bidang yang dia sukai, dan dia kehilangan nafsu makan dan menangis setiap malam setelah pemecatannya. Tapi dia kemudian menenangkan diri.

 “Setiap malam saya bertanya kepada Tuhan, mengapa ini terjadi mengingat saya telah bekerja sangat keras. Sampai suatu ketika saya muncul ide untuk menjual tabung gas (LPG) dan sejak itu saya bertekad untuk menjualnya dengan partner saya. ”

“Saya sekarang bersemangat lagi dan berharap mereka yang berada di situasi yang sama tidak menyerah,” katanya.

Meskipun rutinitas hariannya telah berubah dan dia tidak lagi berada di industri yang sangat dia cintai, dia menerima takdirnya dan merasa nyaman dan bahagia dengan perubahan dalam hidupnya.

“Lebih dari sebulan menganggur, saya menyadari bahwa kita hanya dapat membuat rencana tetapi Tuhan yang akan menentukannya.”

sumber: Suara.com