Simalungun, hetanews.com - Zainul Abidin Harahap (42), warga Nagori Silau Malaha, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, terbukti melakukan penganiayaan. Oleh jaksa Augus Vernando Sinaga SH, terdakwa dituntut hukuman 4 tahun penjara, melanggar pasal 170 (2) ke-1 KUH Pidana.

Ancaman hukuman itu, dibacakan jaksa dalam persidangan online PN Simalungun, Jumat (4/12/2020).

Penganiayaan tersebut dilakukan terdakwa bersama Madhan dan Poltak (DPO), pada Minggu, 26 Juli 2020 lalu, sekitar pukul 00.30 WIB, di lokasi parkir warung milik Salomo, di Huta VIII, Nagori Silau Malaha, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Awalnya, saksi korban, Abdul Syahputra dan Yudi Ramadhan, datang ke warung tersebut dan permisi kepada Faisal Alfonso untuk minum.

Lalu didatangi terdakwa bersama Poltak dan Madan, sambil bertanya "kalian ngapain menunjuk-nunjuk abang ini (maksudnya Poltak), sudah tua ini lho?", dan seketika itu, Madhan langsung meninju wajah korban, Abdul dengan tangan kanannya.

Terdakwa juga ikut memukul Abdul dan Poltak memukulkan botol ke arah bagian mata sebelah kiri saksi korban Yudi, hingga terjatuh kesakitan.

Akibat kekerasan tersebut, saksi  Abdul mengalami luka-luka sesuai dengan surat Visum Et Revertum No. 542/VER/Pusk.SBJ/TU/VII/2020 tanggal 27 Juli 2020 yang dikeluarkan oleh UPTD Puskesmas Simpang Bah Jambi.

Sedangkan saksi korban, Yudi, mengalami luka-luka sesuai dengan surat Visum Et Revertum No. 01/VR/SMEC-MEDAN/VIII/2020 tanggal 06 Agustus 2020 yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Khusus Mata SMEC karena mengalami pendarahan pada matanya.

Atas tuntutan jaksa, terdakwa memohon kepada hakim agar hukumanya diperingan. Dengan alasan menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Untuk putusan, persidangan dipimpin ketua majelis hakim, Hendrawan Nainggolan, ditunda hingga Kamis mendatang.