Siantar, hetanews.com - Tembok penahan di bantaran sungai Bah Kaitan, Kelurahan Nagapitu, Kecamatan Siantar Martoba dibongkar oleh SatPol PP dengan menggunakan satu unit alat berat, Jumat (4/12/2020).

Buntut pembongkaran karena tembok mempersempit volume sungai hingga dikhawatirkan air menggerus tanah hingga mengenai rumah penduduk. 

Kepala SatPol PP Siantar, Robert Samosir menerangkan pembongkaran tembok sesuai rapat Tim Terpadu pada akhir November 2020.

Tim terpadu Kota Siantar gabungan dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Polres Siantar, Kodim 0207/Simalungun dan Denpom I/1 Siantar 

Sebelumnya, ada laporan warga sekitar yang mengeluhkan tembok mengakibatkan sungai sempit dan aliran air menggerus tanah dan rumah warga, letaknya di sebelah tembok penahan.

Baca juga: Korupsi Pengadaan Internet Posma Dan Acai Dituntut Bervariasi

Tembok penahan tersebut dikhawatirkan akan membuat longsor dan membahayakan rumah warga.

 "Saat ini kan musim hujan, air sungai meluap, jadi tembok penahan itu jadi mempersempit badan sungai. Sudah kita surati untuk dibongkar, tapi tak kunjung dibongkar. Maka disimpulkan untuk dilakukan pembongkaran," terang Robert ditemui di lokasi.

Tembok penahan dibangun oleh warga. Menurut Eko Handoko mewakili pihak keluarga yang membangun tembok penahan itu, mengaku kecewa atas pembongkaran. 

Meski demikian ia menghargai keputusan dan kebijakan dari pihak pemerintah

Masih kata Handoko, pemerintah seharusnya mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melakukan pembongkaran, mengingat kondisi belakangan ini sering dilanda hujan. 

Handoko membantah jika pihaknya diklaim ingin menguasai lahan di daerah aliran sungai tersebut.  

Baca juga: Pasien Terpapar Corona Ikut Mencoblos Di Pilkada Siantar