Jakarta, hetanews.com - Polda Metro Jaya masih mengembangkan kasus penyebaran video azan yang diselipkan lafaz 'hayya alal jihad' yang viral di media sosial. Polisi kini menyelidiki sosok 'muazin' yang mengumandangkan azan 'jihad' yang ada di video tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan bahwa azan 'jihad' ini tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi di beberapa wilayah lain. Polda Metro akan menyelidiki pembuat video hingga 'muazin' yang terjadi di wilayah Jakarta.

"Yang membuatnya kalau memang ada di sini akan kita tangkap. Kalau ada di sini akan kita amankan. Sementara ini kan penyebarnya dulu yang kita amankan," ungkap Yusri saat dihubungi wartawan, Jumat (4/11/2020).

Polisi masih menyelidiki lokasi di mana azan 'jihad' itu dikumandangkan. Yusri menegaskan, selama pelaku diketahui berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya saat membuat video tersebut, pihaknya memastikan akan menangkap pelaku tersebut.

Yusri mengatakan, pihaknya bergerak cepat merespons video azan 'jihad' itu karena telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

"Intinya akan kita proses dan akan kita tangkap karena ini sudah membuat kegaduhan, sudah jadi provokasi," tukas Yusri.

Untuk diketahui, sepekan terakhir masyarakat dibuat resah dengan beredarnya video azan yang diselipkan seruan jihad di media sosial. Aparat keamanan pun bergerak cepat menyikapi hal tersebut.

Polda Metro Jaya pada Rabu (2/12) menangkap pria inisial H (32) di daerah Cakung, Jakarta Timur. H diketahui sebagai pelaku penyebar masif video azan seruan jihad tersebut.

Hasil pemeriksaan terhadap H, polisi mengetahui sumber video itu dari mana. Menurut Yusri, pelaku mendapatkan video tersebut dari sebuah grup WhatsApp bernama FMCO News (Forum Muslim Cyber One). Tersangka diketahui tergabung dalam grup tersebut sejak tahun 2017.

"Modusnya memang masuk ke grup WhatApp FMCO News kemudian dia menemukan unggahan video yang ada di grup tersebut dan dia menyebarkan secara masif dan pertama," ungkap Yusri di Mapolda Metro Jaya, Kamis (3/12).

Sementara Bareskrim Polri telah menangkap pembuat awal azan 'jihad'. Simak di halaman selanjutnya.

Pembuat Awal Ditangkap Bareskrim

Bareskrim Polri bergerak cepat merespons keresahan masyarakat atas beredarnya sejumlah video viral azan yang menyelipkan lafaz 'hayya alal jihad'. Salah seorang terduga pelaku ditangkap.

"Betul, ditangkap, inisial RH," kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi saat dimintai konfirmasi, Jumat (4/11/2020).

RH merupakan imam salat dalam salah satu video yang viral di media sosial yang mengubah azan dari seharusnya 'hayya alal solah' menjadi 'hayya alal jihad'.

Dalam video berdurasi 30 detik yang tersebar di media sosial, RH bersama 8 orang lainnya tampak salat dalam sebuah rumah. RH, yang menjadi imam salat, mengubah bagian azan menjadi 'hayya alall jihad'. Belum diketahui kapan dan di mana lokasi video tersebut diambil.

Brigjen Slamet Uliandi sendiri belum menjelaskan lebih jauh detail penangkapan terhadap RH.

"Di perjalanan dari Palabuhanratu ke Jakarta," ujarnya saat dimintai konfirmasi soal lokasi penangkapan RH.

Sementara itu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono menyebut RH ditangkap di Jawa Barat.

"Benar, sudah diamankan di Cibadak, Jabar," ucap Argo.

Sumber: detik.com