Solo, hetanews.com - Calon wali kota Pilkada Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku tidak emosi dalam debat publik putaran kedua melawan paslon Bagyo Wahyono-FX Supardjo (BaJo). Dia mengaku kembali akrab usai debat.

Sebelumnya, dalam debat Pilkada Solo, kubu Gibran-Teguh dan BaJo saling menggunakan nada tinggi saat menjawab dan memberikan pertanyaan.

"Bukan meninggi, yang namanya debat ya seperti itu. Tapi habis selesai debat ya salam-salaman lagi," kata Gibran usai debat pada Kamis malam (4/12).

Gibran mengatakan bahwa dirinya sebatas menyampaikan visi, misi dan program yang akan dijalankan dalam debat semalam. Sama sekali tidak bermaksud menyerang BaJo.

"Eyel-eyelan ya biasa toh. Namanya debat. Saling menguji materi dari lawan, tanya ini itu," kata Gibran.

Usai debat, Gibran mengaku kembali bersalaman dengan BaJo. Menurutnya, tidak ada benci antara dia dan BaJo meski baru saja terlibat dalam debat sengit.

"Yang penting selesai debat kita semua bersaudara," katanya.

Salah satu momen Gibran dan Bagyo Wahyono menggunakan nada tinggi yakni ketika debat membicarakan pelestarian budaya.

Bagyo bertanya kepada Gibran tentang langkah yang akan diambil untuk melestarikan budaya lokal. Pertanyaannya diselingi sindiran bahwa Gibran tak paham betul budaya Solo.

"Mas Gibran, saya mau tanya jenengan (anda) masih muda, saya mau tanya budaya Kota Solo mau jenengan bawa ke mana? Budaya kultur Kota Solo kan, jenengan belum begitu tahu-tahu banget lah," kata Bagyo.

Gibran tak tinggal diam. Gibran bercerita soal blusukan-nya ke lima kecamatan di Solo menemui para aktivis seni budaya.

Dia juga mengaku sudah membicarakan misi yang akan ditempuh nanti dengan Teguh Prakosa.

Sumber: CNNindonesia.com