Siantar, hetanews.com - Suheri Sihombing (29), warga Jalan Pane ini, sempat disebut mengalami gangguan mental, bahkan petugas kepolisian sempat kewalahan menyusun berkasnya dan turut menghadirkan saksi ahli jiwa dari Medan.

Terdakwa Suheri sempat disebut "gila", pasca menikami seorang pengemudi ojek online (Ojol) hingga tewas.

Tapi jaksa dalam persidangan, mampu membuktikan, jika terdakwa Suheri yang sempat bekerja sebagai Satpam, di salah satu sekolah swasta di Siantar, sehat jasmani dan rohani.

Akibat perbuatan Suheri itu, korban Vecky Erwanto Damanik, meninggal akibat beberapa tusukan di tubuhnya.

Korban merupakan suami dari Imelda br Purba yang merupakan mantan wartawati, di koran lokal Siantar.

Sosok wanita itu terus hadir melihat jalannya persidangan, dan menuntut keadilan atas kematian suaminya itu.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar, Kamis (3/12/2020), ketua majelis hakim, M Iqbal Purba, di dampingi dua hakim anggota, M Rahmat Hasibuan dan Irma Hani Nasution, menjatuhkan pidana penjara selama 13 tahun, kepada Suheri Sihombing.

Vonis hakim tersebut, sama dengan tuntutan jaksa, Christianto Situmorang SH.

Hakim sependapat dengan jaksa dan menolak nota pembelaan pengacara prodeo dari Posbakum. Terdakwa Suheri, dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 338 KUH Pidana tentang pembunuhan.

Menurut hakim, terdakwa dalam keadaan sadar dengan membawa pisau yang sudah disiapkan dipinggangnya, sebelum menghabisi nyawa korban .

Sebelum menghabisi korban, pada Sabtu, 28 September 2019 lalu, pada pukul 01.00 WIB, dini hari, di jalan Cokroaminoto Siantar.

Terdakwa merasa marah dan menikam korban Erwanto Damanik, setelah korban mengatakan " awas pencarian mu hilang".

Saat itu korban bersama temannya, Andreas Valentino, sedang minum di warung Sophie. Lalu terdakwa datang memesan mie dan duduk berhadapan dengan korban.

Saksi M Yusuf, penjual mie di warung tersebut mengatakan, jika pesanan mie terdakwa sudah siap. Terdakwa langsung berdiri yang sebelumnya hendak mengambil mie pesanannya, tapi seketika itu, menusuk korban dengan pisau yang telah diselipkan di pinggangnya.

Korban berusaha melawan dengan melempar kursi, dan temannya Andreas, juga membantu dengan menyiramkan air panas kepada terdakwa. Tapi Suheri semakin bringas dan mengejar Andreas yang lari ketakutan, sambil berteriak-teriak minta tolong.

Tak hanya itu, terdakwa kembali mendatangi korban dan menikamnya hingga berulang kali.

Beberapa warga datang dan terdakwa pergi meninggalkan lokasi kejadian. Tapi korban tak dapat ditolong dan meninggal dunia, setibanya di RS Vita Insani.

Atas putusan tersebut, pengacara terdakwa dari Posbakum, Keysita Tobing SH MH, menyatakan pikir-pikir. Persidangan dibantu panitera, Willyanto Sitorus SH MH, dinyatakan selesai dan ditutup.