Siantar, hetanews.com – Sebanyak 35 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir, di Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar. Banjir terjadi, usai hujan deras di Kota Siantar, sejak Rabu (2/12/2020) sore lalu.

Namun, hingga Kamis (3/12/2020) siang, air masih menggenangi pemukiman warga, termasuk Jalan Bongbongan Raya, tidak jauh dari Simpang Karang Sari.

Terlihat, beberapa pengendara sepeda motor harus mendorong kendaraannya yang mogok karena ketinggian air masih selutut orang dewasa.

Petugas BPBD Kota Siantar saat memantau lokasi banjir.

Petugas BPBD Siantar, di dampingi pihak kelurahan, juga terlihat di lokasi untuk memantau. Disebut, bahwa pada Rabu malam, ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Bahkan, petugas BPBD melakukan evakuasi terhadap seorang nenek yang terjebak di rumahnya dan sempat bertahan di atas lemari.

Menggunakan perahu karet, nenek itu berhasil di evakuasi ke tempat aman. Terlebih di rumahnya, air sudah hampir mengenai kabel aliran listrik dan mengkhawatirkan keselamatannya.

Petugas BPBD Kota Siantar saat melakukan evakuasi seorang nenek.

Ditemui di lokasi banjir, Sekretaris BPBD Siantar, Eka Hendra menyebut, di dua lokasi, ada 35 KK yang terdampak.

Baca juga: Banjir, Jalan Medan-Jembatan Sigagak Macet Panjang

Selain curah hujan yang cukup tinggi, banjir juga disebabkan drainase yang tidak berfungsi dengan baik. Hal senada juga dikatakan Lurah Tambun Nabolon, Pedi Sitepu.

"Untuk selanjutnya, apa tindakan dan kebijakan kita, akan kita lapor terlebih dahulu kepada pimpinan. Semalam juga, kita telah melakukan evakuasi terhadap warga," ujar Eka Hendra.