Jakarta, hetanews.com - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah pusat dan daerah tengah melakukan sinkronisasi data penanganan Covid-19.

Menurutnya, proses pengumpulan dan validasi data yang berjumlah besar dan memakan waktu lama berpengaruh terhadap perbedaan data antara pusat dan daerah dalam beberapa waktu terakhir.

Wiku menegaskan, Kementerian Kesehatan tengah melakukan koordinasi dengan masing-masing daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

"Kami meminta kepada pemerintah daerah agar menghubungi Kementerian Kesehatan agar datanya betul-betul sinkron dan sama, dan akhirnya dapat menjadi alat navigasi bersama," ujar Wiku saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Selasa (1/12).

Wiku melanjutkan, pada prinsipnya pemerintah selalu berusaha mencapai interoperabilitas data dengan seluruh daerah melalui peningkatan yang berkelanjutan.

Pihaknya menginginkan agar semua daerah dapat mengakses data secara real-time. Sementara itu, bagi pemerintah pusat, data yang digunakan adalah data yang sama.

"Langkah ini merupakan upaya penyempurnaan agar data yang dikumpulkan dapat konsisten dari waktu ke waktu, dan menjadi alat navigasi yang baik untuk kita selalu melihat perkembangan dan mengambil kebijakan yang tepat dan terukur," lanjut Wiku.

Dia memastikan komitmen Satgas Covid-19 untuk selalu memberikan informasi perkembangan terkini kepada masyarakat tentang proses peningkatan kualitas pencatatan dan pelaporan data.

"Hal ini terkait upaya penanganan Covid-19 berdasarkan data-data yang dapat dipertanggungjawabkan dan ilmiah," katanya.

Tidak lupa Wiku juga mengingatkan masyarakat untuk tetap patuh #pakaimasker, #cucitangan dan #jagajarak.

Tiga gerakan yang menjadi protokol kesehatan itu jika diterapkan secara disiplin, diyakini sebagai upaya paling efektif untuk mencegah penularan virus SARS Cov-2 yang menjadi penyebab Covid-19.

Sumber: CNNindonesia.com