Simalungun, Hetanews.com - Bagi bagi paket berlogo Paslon kepada pemilih menjelang Pilkada Simalungun 9 Desember 2020 menjadi sorotan. Selain mempengaruhi suara pemilih, paslon dianggap melakukan kecurangan.

“Pembagian paket berupa uang atau sembako dapat mempengaruhi suara pemilih. Ini mencederai Pilkada yang demokratis. Jika ada temuan seperti seharusnya ditindaklanjuti,” ujar Matius Sianturi, SH kepada Hetanews, Kamis (3/12/2020).

Matius menyoroti persoalan ini secara serius. Menurut pria yang berprofesi sebagai Pengacara ini, dugaan kecurangan Pilkada di Simalungun seharusnya segera direspon oleh penyelenggara Pemilu.

“Bila ini dibiarkan, publik yang menaruh kepercayaan kepada penyelenggara pemilu selama ini akan kehilangan trust,” jelas Matius.

Baca juga: Bansos Di Simalungun Sarat Kepentingan Pemenangan Paslon

Di masa kampanye Pilkada Simalungun pembagian paket sembako ramai dibicarakan di media sosial. 

Tersebar foto dan rekaman video amatir warga di salah satu kecamatan di Kabupaten Simalungun menerima paket berisi baju berlogo paslon, stiker, gula dan minyak kemasan dan uang tunai.  

Seperti yang diberitakan Restorasidaily.com warga datang silih berganti mengambil paket dari satu cafe di Nagori Pematang Simalungun, Kecamatan Siantar pada Rabu 2 Desember 2020 pukul 09.30 WIB. 

Selain itu, sebuah video di media sosial menampilkan sejumlah pria, mendistribusi paket sembako yang bergambar salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Simalungun.

Pendistribusian dilakukan pada malam hari oleh sejumlah pria berseragam salah satu pasangan calon. Dari paper bag mobil Mitsubishi L300 paket dipindah ke mobil lain.

Meski dugaan pelanggaran Pilkada dianggap cukup kuat, Bawaslu Simalungun sejauh ini belum memberi penjelasan maupun informasi yang cukup mengenai hal itu kepada masyarakat di Kabupaten Simalungun. 

Baca juga: Diduga Melanggar Hukum, Polisi Diminta Selidiki Video Pendistribusian Paket Sembako pada Malam Hari