Simalungun, hetanews.com - Jaksa H Ronald MP SH, menuntut terdakwa Hermanto Pakpahan alias pak Ziko (40), dengan pidana penjara selama 12 tahun penjara, disidang online Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Rabu (2/12/2020).

Jaksa mempersalahkan terdakwa, melanggar pasal 338 KUH Pidana, sebagaimana dakwaan primer JPU.

Warga Bandar Maria tersebut, terbukti membunuh korban, Flores Panjaitan.

Pembunuhan itu dilakukan terdakwa, pada Senin, 13 Juli 2020 lalu, di dekat sebuah jembatan, di Bandar Maria, Nagori Bandar Sauhur, Kecamatan Purba, Simalungun.

Sebelumnya, korban yang sedang menonton film di HP milik temannya, didatangi oleh terdakwa sambil marah-marah.

Terdakwa mengajak korban untuk berkelahi. Korban tidak melayani terdakwa dan melanjutkan nonton film. Terdakwa kembali ke rumahnya, lalu mengambil sebilah pisau belati dari keranjang bawang dan menghampiri korban sambil mengatakan "kenapa kau tertawai saya tadi".

Kemudian, korban mengambil kayu yang ada didekatnya dan memukulkannya ke arah terdakwa, namun dapat ditangkap terdakwa. Lalu korban berusaha berlari ke arah jembatan dan ia terjatuh.

Ketika korban berusaha bangkit, kesempatan itu digunakan terdakwa, menikam bagian perut korban satu kali yang menyebabkan korban meninggal dunia. Kemudian terdakwa membuang pisau ke semak-semak.

Ketika hendak melarikan diri, warga menangkap dan menyerahkan terdakwa ke polisi.

Hasil visum et revertum, dr JD Hutahaean, tanggal 13 Juli 2020, di RSU Dr Djasamen Saragih Siantar, menyimpulkan kematian korban Flores Panjaitan, yaitu kehabisan darah dengan luka tusuk, di perut dan tembus ke usus.

Didampingi pengacara, Harfin Siagian SH, terdakwa secara lisan memohon agar hakim meringankan hukumanya. Dengan alasan menyesali perbuatannya.

Untuk mendengarkan putusan hakim, persidangan dipimpin ketua majelis hakim, Roziyanti, dibantu panitera M Ramli, menunda persidangan hingga Rabu mendatang.