Simalungun, hetanews.com - Ketua majelis hakim, Roziyanti, di dampingi dua hakim anggota, Aries dan Mince Ginting, menjatuhkan pidana penjara, kepada  Rismawadi als Budi (46), selama 5 bulan penjara. Putusan hakim itu, dibacakan dalam persidangan online PN Simalungun, Rabu (2/12/2020).

Warga Huta I Petani Timur, Desa Dolok Kahean, Kecamatan Tapian Dolok tersebut, dinyatakan terbukti melakukan penganiayaan kepada istrinya Astuti. Terdakwa dipersalahkan melanggar pasal 44 (1) UU RI No.23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT).           

Sebelumnya, terdakwa dituntut 7 bulan oleh jaksa Devica. Perbuatan itu, dilakukan terdakwa pada Senin, 29 Juni 2020 lalu, sekira pukul 19.30 WIB, di rumah saksi korban, di Huta I Petani Timur, Desa Dolok Kahean, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun.

Malam itu, terdakwa menuduh istrinya sedang ber-SMS-an dengan laki - laki lain (selingkuh). Padahal, saksi korban sedang ber-sms dengan adiknya, bernama Hayumi.

Lalu terdakwa menarik tangan kiri saksi korban secara paksa ke dapur dan langsung meninju kepala saksi korban.

Terdakwa juga mencakar tangan kanan saksi korban dan menarik tangan kiri saksi korban secara paksa.

Sehingga keduanya  cekcok mulut. Lalu saksi korban membawa terdakwa ke dalam kamar dan mengatakan “ tega kali sih yah menuduh aku seperti itu (selingkuh), sementara setiap jualan, anak-anak selalu kubawanya,”kata korban.             

Terdakwa berkata “ aku paling gak bisa kalau di rumah ini ada yang selingkuh” dan saksi korban menjawab “kalau aku selingkuh, mana buktinya? Ya udahlah kalau gininya kita terus, lebih baik sajalah kita cerai, ga tahan lagi aku kalau kita gini terus”.         

Korban luka sesuai Visum Et Repertum No. 744/1726/440/2020, tanggal 7 Juli 2020 dari Rumah Sakit Umum Daerah Tuan Rondahaim Pamatang Raya yang dibuat dan ditanda tangani dr. Fathul Zannah Situmorang.