Simalungun, hetanews.com - Joni Rizky (23), warga Kampung Sri Rahayu Pondok V, Nagori Lumban Gorat, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, dituntut jaksa selama 1,6 tahun penjara, disidang online Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (1/12/2020).

Jaksa Ade Jaya Ismanto SH, mempersalahkan terdakwa melanggar pasal 107 huruf d UU RI No 39/2014 tentang perkebunan Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana.

Terdakwa terbukti mencuri 70 tandan sawit, bersama Alex dan Ruci (masing masing DPO).

Perbuatan itu dilakukan terdakwa Joni, bersama para DPO, pada Kamis, 30 Juli 2020 lalu, di areal blok 10N Adf. IV, Nagori Parbalogan, Kecamatan Tanah Jawa.

Awalnya terdakwa yang sedang berada di rumahnya, didatangi Alex dan mengajak untuk ninja yang artinya mencuri sawit.

Bermodalkan senter kepala dan pisau egrek, terdakwa bersama 2 DPO, berhasil memanen 70 tandan buah segar (TBS) milik PTPN IV Marihat.

Tapi tidak jadi dibawa karena aksinya dilihat petugas, saksi A Siringoringo, Pahala Sitorus dan Pangasian Siringoringo dan 2 anggota TNI, selaku pengaman kebun.

Melihat kedatangan saksi, terdakwa bersama 2 DPO, melarikan diri. Namun terdakwa berhasil ditangkap, di rumahnya pada keesokan harinya, bersama barang bukti, 70 tandan sawit.

Atas tuntutan jaksa tersebut, terdakwa bermohon kepada hakim agar hukumanya diringankan. Dengan alasan menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Mejelis hakim, pimpinan A Hadi Nasution, menunda persidangan hingga Kamis untuk pembacaan vonis.