Medan, hetanews.com - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melakukan pertemuan dengan tenaga medis guna membicarakan masalah vaksin COVID-19 di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman, Senin (30/11).

Edy Rahmayadi menyampaikan bahwa sampai saat ini Sumatera Utara telah memiliki sebanyak 21 Lab. Menurutnya hal itu memerlukan koordinasi antar masing-masing pihak secara maksimal.

"Inilah dia dibicarakan. Sebenarnya sudah 21 Lab kita ini. Bayangin 21, 1 Lab 100 aja itu sudah lengkap itu semua. Tapi inilah perlu ada koordinasi secara utuh dan bagaimana menyelesaikannya,” ujar Gubsu.

Kapasitas maksimal spesimen yang bisa diuji, kata Edy, adalah sebanyak 2800 perhari. Artinya pengadaan lab sudah lebih cukup. Sementara itu, WHO menargetkan sebanyak 2.100 spesimen perhari.

Edy Rahmayadi mengatakan bahwa Sumatera Utara dapat melebihi dari target yang ditetapkan, namun hal tersebut terhalang oleh beberapa kendala.

“Banyak sekali persoalan. Satu, rakyat enggan untuk dilakukan swab. Yang kedua, yang melakukan swab juga belum terkoordinir dengan baik. Yang ketiga, aparat-aparat yang memberikan sosialisasi pembelajaran, edukasi ke masyarakat ini juga harus dilakukan. Kalau itu bisa dilakukan, memenuhi lah jumlah target. WHO itu menargetkan 2.100. Nah kita punya kemampuan 2.800, harusnya kita bisa,” jelasnya.

sumber: kumparan.com