Medan, hetanews.com - Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPD PDIP Sumatera Utara (Sumut), Aswan Jaya mengatakan dukungan Ustaz Abdul Somad (UAS) kepada pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Akhyar Nasution-Salman Alfarisi tak berpengaruh signifikan di Pilkada Medan 2020.

"Biasa saja, tidak ada yang luar biasa dari itu. Kami nilai pengaruhnya juga tidak begitu signifikan terhadap perolehan suara. Karena Ustaz Somad itu muncul di akhir. Sementara Pilkada di Medan sendiri sudah panjang. Artinya pemilih sudah punya pilihan tidak tergoyahkan lagi," kata Aswan kepada CNNIndonesia.com, Senin (30/11).

Aswan menyarankan pasangan Akhyar-Salman tak sekedar menggunakan politik simbolik lewat dukungan Ustaz Somad. Menurutnya, politik simbolik tak bermanfaat buat masyarakat.

"Kemarin pilpres pakai politik simbolik dan politik identitas. Pilgub Sumut juga begitu. Terus pemilih dapat apa? Enggak dapat apa-apa kan, tapi ini diulangi lagi. Ini contoh politik yang tidak baik," ujarnya.

Aswan pun menuding Akhyar-Salman membohongi pemilih karena hanya menjual politik simbolik. Menurutnya, Akhyar-Salman sengaja memakai Ustaz Somad dalam kontestasi politik elektoral lima tahunan ini karena tak memiliki program kerja.

"Tanpa menjual program dan ide yang brilian tapi justru menjual tokoh, di mana tokoh itu sendiri tidak ikut campur untuk masalah Kota Medan ini," katanya.

Lebih lanjut, Aswan mengatakan Ustaz Somad juga tak memiliki banyak jemaah di Medan. Menurutnya, dukungan Ustaz Somad kepada pasangan Akhyar-Salman tak akan menggoyahkan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bobby Nasution-Aulia Rachman.

"Lagian juga paslon yang didukung UAS latar belakangnya PDIP juga. Dulu berseberangan, karakternya kan melekat, sama saja itu kan. Ustaz Somad keliling ke sana-ke mari. Dia menyampaikan tausiyahnya. Nah itu bukan jemaah dia, tapi itu hanya audiensnya," ujarnya

Sebelumnya, Ustaz Somad memberikan dukungan kepada pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Akhyar Nasution-Salman Alfarisi di Pilkada Medan. Ustaz berpesan kepada pasangan yang diusung Partai Demokrat dan PKS itu agar amanah jika nantinya berhasil menang.

"Semoga nantinya amanah, bergandeng tangan dengan ulama dan memperhatikan para dhuafa," kata Ustaz Somad.

Pasangan Akhyar-Salman akan menghadapi koalisi besar yang mengusung menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution dan Aulia Rachman. Ada delapan parpol yang mengusung pasangan Bobby-Aulia yakni, PDIP, Partai Golkar, Gerindra, Nasdem, PAN, PPP, PSI, Hanura dan PBB.