Jakarta, hetanews.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional meminta Rizieq Shihab untuk memberi contoh yang baik kepada masyarakat dalam hal penanganan pandemi Covid-19.

Pasalnya, pimpinan FPI itu memiliki jumlah pengikut yang tidak sedikit sehingga apa yang dilakukannya dapat menjadi rujukan tindakan bagi para pengikutnya.

Baru-baru ini, Rizieq menolak untuk dilakukan tracing atau penelusuran kontak setelah dirinya melakukan kontak erat dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Menurut Ketua Satgas Covid-19 Don Monardo, seharusnya hal itu tidak pernah terjadi. Lebih lanjut, Doni menilai seharusnya Rizieq dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

"Kami meminta Saudara Rizieq sebagai tokoh masyarakat untuk kooperatif dan memberikan teladan dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19," kata Doni dilansir dari laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (30/11).

Doni menyesalkan sikap penolakan penelusuran kontak untuk penanggulangan Covid-19 yang dilakukan oleh pentolan FPI tersebut.

Sebelumnya, Doni telah menerima laporan dari Wali Kota Bogor Bima Arya dan Direktur Utama Rumah Sakit UMMI Andi Tata perihal apa yang telah dilakukan oleh Rizieq terkait dengan perawatan di rumah sakit ibu dan anak tersebut.

Kembalinya Rizieq dari Arab Saudi pada beberapa pekan lalu telah mengundang kerumunan massa dalam jumlah besar dan berkelanjutan di sejumlah tempat dan dalam waktu yang berbeda-beda, yakni di Bandara Soekarno Hatta, Tebet, Petamburan, dan Megamendung, Jakarta.

Sebagaimana diketahui, Indonesia sudah hampir 9 bulan berjibaku dengan pandemi Covid-19. Hingga saat ini, pandemi yang masuk ke Indonesia pada awal Maret 2020 telah menjangkiti 527.999 penduduk dan 16.646 orang di antaranya meninggal dunia.

Selama 9 bulan terakhir, Satgas Covid-19 terus mengkampanyekan protokol kesehatan kepada masyarakat sebagai upaya memutus penularan virus. Masyarakat terus diingatkan untuk menerapkan gerakan 3M dalam kesehariannya yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak sekaligus menghindari kerumunan.

Di saat yang sama, pemerintah juga terus mengupayakan langkah 3T untuk meminimalkan penyebaran. Langkah 3T itu yakni testing atau pemeriksaan, tracing atau pelacakan kontak dan treatment atau perawatan bagi pasien yang sudah terkonfirmasi positif.

Alarm Pandemi

#SatgasCovid19 telah membunyikan alarm penyebaran pandemi di Indonesia seiring dengan tingginya jumlah tambahan kasus harian, khususnya dalam beberapa hari terakhir.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan bahwa penambahan kasus positif harian sudah lebih dari 5.000 kasus selama 3 hari berturut-turut. Bahkan dalam seminggu terakhir, penambahan kasus positif harian tidak pernah di bawah 4.000 kasus.

"Ini harus menjadi alarm [peringatan] bagi kita semua. Kasus positif dapat terus bertambah apabila tidak ada langkah serius dari masyarakat dan pemerintah daerah dalam mencegah penularan," tegas Wiku dikutip dari laman resmi #SatgasCovid19 pada Sabtu (28/11).

Penambahan kasus positif yang sangat tinggi ini, menurut Wiku, karena masih adanya penularan yang terjadi di masyarakat. Oleh karena itu, dia meminta dengan sangat kepada masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Dia menyebutkan bahwa penerapan protokol ini harus dilakukan dalam setiap aktivitas dan keseharian di tengah-tengah masyarakat. Protokol 3M juga harus dilakukan sebagai satu kesatuan.

"Jangan sampai lengah sehingga masyarakat dapat tertular Covid-19. Ingat, kedisiplinan terhadap protokol kesehatan dapat melindungi diri kita, dan orang-orang terdekat dari penularan Covid-19," katanya.

Sumber: CNNindonesia.com