Jakarta, hetanews.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti kasus Corona yang memburuk di Tanah Air. Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menekankan konsistensi dari para kepala daerah dan Satgas Corona dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Dibutuhkan ketegasan dan konsistensi dari Kepala Daerah dan Satgas COVID-19 untuk menjalankan protokol kesehatan COVID-19," kata Ace kepada wartawan, Senin (30/11/2020).

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini meminta agar protokol COVID-19 tidak hanya dijadikan bahan kampanye oleh para pejabat, tapi juga harus diikuti oleh penegakan hukum.

"Seharusnya protokol COVID-19 bukan hanya jadi bahan kampanye para pejabat dan pemegang kewenangan, tetapi juga harus diikuti dengan penegakan hukumnya. Jika tidak, oleh masyarakat dianggap angin lalu," ujar Ace.

Ace juga menganggap wajar jika Presiden Jokowi marah. Sebab, ia menilai banyak pihak yang tidak konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

"Saya kira kemarahan Presiden itu wajar karena memang para banyak yang tidak konsisten terhadap penerapan protokol COVID-19," tuturnya.

Selan itu, Ace meminta semua pihak agar mencegah tertularnya virus Corona (COVID-19). Ia juga mengingatkan pemerintah agar terus mengimbau masyarakat melakukan adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Corona.

"Jangan menunggu lebih banyak lagi korban yang terpapar COVID-19 sehingga fasilitas kesehatan penuh untuk penanganan COVID-19. Mencegah jauh lebih baik daripada semakin banyak orang yang terpapar COVID-19. Biayanya lebih besar untuk penanganan kesehatan daripada upaya pencegahan yang harusnya menjadi kesadaran masyarakat," ucap Ace.

"Masyarakat harus terus-menerus diingatkan untuk melakukan adaptasi kebiasaan baru dalam beraktivitas," sambungnya.

Diketahui, Presiden Jokowi memaparkan data terbaru terkait angka kasus Corona di RI. Dia menyebut kasus aktif Corona di RI meningkat menjadi 13,41 persen.

Awalnya Jokowi menyebut dua provinsi, yakni DKI Jakarta dan Jawa Tengah, yang mengalami kenaikan drastis kasus positif dalam 2-3 hari belakangan. Jokowi lantas mewanti-wanti kenapa dua daerah itu bisa sangat drastis kenaikan kasusnya.

"Agar dilihat betul-betul kenapa peningkatannya begitu sangat drastis, hati-hati," ujar Jokowi dalam Ratas Laporan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, di YouTube Setpres, Senin (30/11).

Selengkapnya di halaman berikutnya.

Berdasarkan data terbaru per 29 November, Jokowi memaparkan kasus aktif meningkat menjadi 13,41 persen. Sedangkan minggu lalu angka kasus aktifnya berada di angka 14,78 persen.

"Meskipun ini lebih baik dari angka rata-rata dunia, tapi hati-hati ini lebih tinggi dari rata-rata minggu yang lalu. Minggu yang lalu masih 12,78, sekarang 13,41," kata Jokowi.

Begitu juga tingkat kesembuhan pasien Corona yang mengalami penurunan. Pada minggu lalu, angka kesembuhan mencapai 84,03 persen. Tapi data terbaru turun menjadi 83,44 persen.

"Tingkat kesembuhan juga sama minggu yang lalu 84,03 sekarang menjadi 83,44 persen, ini semuanya memburuk semuanya. Karena adanya tadi kasus yang memang meningkat lebih banyak di minggu-minggu kemarin," ujar dia.

Sumber: detik.com