Jawa tengah, hetanews.com - Salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menjadi klaster penyebaran virus Corona atau COVID-19. Namun, simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) atau sekolah tatap muka untuk SMP negeri maupun swasta di Jepara tetap jalan terus.

"Hingga pukul 23.00 WIB tadi malam, sekolah yang melaporkan ikut simulasi 66 SMP (hari ini). Lalu sampai pagi ini bertambah, jumlahnya menjadi 73 sekolah," kata Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara Haryanto dalam keterangan tertulis, Senin (30/11/2020).

Simulasi sekolah tatap muka ini digelar bersamaan dengan penilaian akhir semester (PAS). Pihaknya pun mewajibkan sekolah yang mengikuti simulasi sekolah tatap muka ini untuk menjalankan protokol kesehatan Corona dengan disiplin.

"Setiap hari harus dilakukan rapat evaluasi bersama-sama di setiap satuan pendidikan atas persoalan ataupun kendala yang terjadi. Setiap kendala harus ada solusinya sehingga berikutnya bisa berjalan dengan baik," terang Haryanto.

Dia pun menegaskan sekolah yang melanggar protokol kesehatan Corona, simulasi PTM akan langsung disetop. Pihaknya pun terus mengawasi jalannya simulasi PTM ini, agar tidak terjadi klaster Corona baru di Jepara.

"Jika ada pelanggaran protokol kesehatan atau ada situasi yang tidak diinginkan di masing - masing satuan pendidikan, keesokan harinya sekolah dimaksud tidak boleh ikut simulasi. Sekolah harus kembali memberlakukan pembelajaran jarak jauh," ucap Haryanto.

"Bahkan jika perkembangan COVID-19 pada tingkat kabupaten memburuk simulasi di seluruh sekolah langsung dihentikan," sambung Haryanto.

Diberitakan sebelumnya, satu SMP swasta di Jepara menjadi klaster baru penyebaran virus Corona atau COVID-19. Hal tersebut diketahui setelah ada sejumlah siswa yang positif Corona.

"Lebih dari dua (yang terkonfirmasi positif Corona) bisa dikatakan klaster. Itu bisa dikatakan," tutur Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Jepara, Moh Ali saat dihubungi detikcom, Minggu (29/11).

SMP swasta itu diketahui juga sempat menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) atau sekolah tatap muka. Ali mengatakan tes swab SMP swasta itu dilakukan dua hari pada Jumat (27/11) dan Sabtu (28/11).

"Ada beberapa pelajar lain (yang positif virus Corona), tapi hasilnya ini belum jadi, lebih dari satu (yang terkonfirmasi positif Corona). Hasilnya belum selesai," terang dia.

Sumber: detik.com