Simalungun, hetanews.com - Bupati Simalungun, JR Saragih, bersama beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mendatangi lokasi longsor, di Nagori Bayu Muslimin, Kecamatan Tapian Dolok.

Di nagori tersebut, setidaknya ada 42 rumah yang terkena hantaman material longsor, sehingga mengalami kerusakan berat dan ringan.

24 rumah mengalami kerusakan berat, termasuk empat rumah yang tidak tampak lagi karena tertimbun tanah dari material longsor.

Bupati, mengobrol bersama Pangulu Bayu Muslimin, Ahmad Simbolon, untuk mengetahui apa penyebab, berapa banyak yang korban dan apa yang dibutuhkan oleh para warga.

Satu per satu rumah yang terkena longsor, didatangi oleh orang nomor satu di Pemkab Simalungun ini.

Usai meninjau lokasi, ia memberikan arahan kepada warga di posko bencana yang tersedia.

Ia menjelaskan, bahwa atas nama Pemerintah Kabupaten, akan memberikan bantuan senilai Rp 400 Juta untuk perbaikan segala rumah yang mengalami kerusakan.

JR Saragih saat memberikan arahan kepada warga Nagori Bayu Muslimin. (Foto/Ist)

"Jadi kita harap, warga bersama pemerintah desa, kecamatan, kepolisian dan TNI, bergotong royong dan memperbaiki rumah yang rusak. Target kita, lima belas hari kedepan, segala perbaikan sudah selesai dan rumah itu bisa ditempati lagi sama warga," tutur JR Saragih.

Selain bantuan dari pemerintah, ia juga menyerahkan bantuan secara pribadi yang diterima oleh Pangulu senilai Rp 30 Juta.

Dijelaskannya, bantuan itu sebanyak Rp 25 Juta untuk pembelian sandang, pangan warga setempat dan Rp 5 Juta untuk biaya perawatan seorang korban yang mengalami patah kaki akibat longsor.

Bupati juga meminta kepada Kepala Dinas Sosial, untuk mendirikan dapur umum, di posko agar bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Kepada masyarakat, ia juga menghimbau agar tidak menebang pohon untuk mengantisipasi bencana datang lagi.

"Kepada warga janganlah sampai pohon - pohon itu ditebang, biar jangan terjadi lagi longsor ini. Juga masyarakat bisa memantau kondisi alam, biar bisa mengantisipasi adanya bencana," tutup JR Saragih saat ditanyai awak media.