Hetanews.com - Sebuah cerita yang mencakup ribuan tahun, dari pengetahuan kuno yang terlupakan hingga pemahaman modern. Orang Mesir kuno menemukan tulisan hieroglif dan menggunakannya selama lebih dari tiga milenium: prasasti terakhir yang diketahui bertanggal 394 M. Pengetahuan tentang cara membaca bahasa hieroglif kemudian benar-benar hilang hingga tahun 1822.

Batu Rosetta dalam jarak dekat.
Foto: Getty Images

Batu Rosetta ditemukan di Mesir di Rosetta (Rashid modern) oleh tentara dari pasukan Napoleon Bonaparte. Berasal dari tahun 196 SM, terdapat tiga prasasti: dua dalam tulisan Mesir dan satu dalam bahasa Yunani.

1819

Thomas Young.
Foto: Domain publik

Thomas Young menerbitkan artikel panjang, ' Mesir ', sebagai pelengkap Encyclopaedia Britannica. Di dalamnya, ia mengusulkan 'alfabet' hieroglif dan membaca banyak nama dan kata hieroglif, beberapa dengan benar.

1822

Jean-François Champollion.
Foto: Wikimedia Commons

Jean-François Champollion, pada kuliah terkenal di Paris, menunjukkan cara membaca lusinan nama hieroglif dari periode Yunani-Romawi di Mesir, seperti Caesar, Cleopatra, dan Ptolemeus.

1824

Turis memeriksa detail Batu Rosetta di British Museum.
Foto: Getty Images

Champollion ini Precis Du Systeme Hiéroglyphique Des Anciens Égyptiens meluas sistem kembali kepada firaun awal. Meskipun brilian, bagian-bagiannya salah, yang menyebabkan kontroversi pahit.

Sumber: bbc.com