Jakarta, hetanews.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memberikan apresiasinya untuk Ikatan Motor Indonesia ( IMI) yang telah menyusun buku dan video panduan tata cara berkendara sepeda motor secara berkeompok di Indonesia.

Pasalnya, hal tersebut dapat menciptakan ekosistem yang baik dalam berlalu lintas khususnya ketika pemotor melaksanakan turing. Jadi, tak ada lagi pristiwa menyimpang seperti arogan di jalan yang pada akhirnya membahayakan pengguna lain.

"Mengingat membangun budaya tertib dan patuh terhadap peraturan di jalan raya sebagai kunci keselamatan berlalu lintas, saya apresiasi langkah IMI ini. Bangun budaya itu bukan perkara mudah, namun dengan dukungan stakeholders dan semangat brotherhood saya yakin tidak mustahil," kata Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (28/11/2020).

Touring Honda PCX di Bali.
Foto: Aloysius Gonsaga AE/Kompas.com

"Semangat nasionalisme, gotong royong ini harus terus terjaga di para pelaku otomotif dan pendukungnya," lanjut dia.

Pada kesempatan sama, Bamsoet juga memaparkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan jumlah sepeda motor di tanah air hingga penghujung tahun 2018 lalu mencapai 137,7 juta unit.

Sementara itu Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat di tahun 2019, terdapat 6,05 juta unit sepeda motor terjual ke konsumen. Sehingga, total ada sekitar 143,75 juta unit roda dua yang beredar di Tanah Air.

"Konsekuensi logisnya, mayoritas pengguna jalan raya akan dikuasai pengendara sepeda motor. Sepeda motor menjadi mayoritas pengguna jalan raya dengan volume sekitar 87,3 persen. Sedangkan 12,7 persen sisanya adalah pengguna mobil penumpang, angkutan barang, dan sebagainya," kata dia.

Presiden Joko Widodo dan rombongan bikers saat melakukan touring menggunakan motor chopper miliknya di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/4/2018).
Foto: ISTANA PRESIDEN/AGUS SUPARTO

Sehingga, budaya tertib berkendara dan berlalu lintas pada pemotor patut diperhatikan dan jadi poin penting. Mengingat rata-rata pertumbuhan jalan di Indonesia setiap tahunnya hanya sebesar 1,45 persen.

"Perlu dipertegas komitmen dan kesadaran bahwa jalan raya adalah fasilitas umum milik bersama. Sehingga bisa membangun suasana nyaman dan aman, serta terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya kecelakaan lalu lintas," kata Bamsoet.

"Tngginya angka kecelakaan pengendara motor tidak hanya disebabkan oleh semakin meningkatnya jumlah pengguna di jalan raya, tetapi juga pada sikap berkendara yang tidak mengutamakan aspek keselamatan. Tidak hanya oleh pengendara motor individu, tetapi juga pengendara motor berkelompok yang melakukan touring bersama," tambahnya.

Sumber: kompas.com