Tebingtinggi, hetanews.com - Banjir yang melanda sebagian wilayah di Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara menyebabkan kemacetan panjang di sejumlah ruas jalan Medan-Tebingtinggi maupun sebaliknya.

Sejumlah ruas jalan utama di Kota Tebingtinggi yang terendam air menyebabkan sejumlah kendaraan tidak dapat melewati titik banjir.

Salah satu titik kemacetan di Kota Tebingtinggi terlihat di pintu masuk Tol Tebingtinggi.

Kemacetan di sepanjang Jalan Yos Sudarso ini mengular hingga sejauh 4 km.

Ratusan kendaraan mulai dari mobil minibus, truk, hingga sepeda motor terlihat bergerak merambat.

Salah seorang warga Kota Tebingtinggi mengatakan banjir di Kota Tebingtinggi saat ini tergolong parah dibandingkan tahun 2017 dan 2019.

Dia mengatakan banjir mulai menggenangi rumah warga sejak pukul 03.00 WIB dini hari. Ketinggian air terus mengalami peningkatan hingga setinggi betis orang dewasa sekitar pukul 06.30 WIB.

Dia mengaku saat ini sudah mengevakuasi sejumlah perabotan miliknya ke tempat yang lebih tinggi. "Malam-malam mana sempat lah," ujar Hendri yang ikut memantau di badan Jalan Sudirman.

Hendri berharap perhatian Forkopimda Kota Tebingtinggi untuk terjun ke lapangan melihat apa yang dialami masyarakat.

Sebab setahun terakhir, banjir ini dinilai paling tinggi. Hendri mengaku mengalami kerugian hingga Rp50 juta karena usahanya ditutup akibat terkena banjir.

"Belum lagi kerusakan perabotan seperti tempat, sofa dan lainnya," ucapnya.

Jalur Lintas Medan - Tebingtinggi - Siantar yang biasanya bisa dilalui melalui pusat kota dialihkan ke Jalan Imam Bonjol, Kota Tebingtinggi atau Stasiun Kereta Api Tebingtinggi akibat banjir.

Sejumlah personel dari Sat Lantas Polres Tebingtinggi saat ini turun di sejumlah persimpangan untuk melancarkan arus lalu lintas.

"Lalu lintas kami alihkan ke Jalan Imam Bonjol. Kami alihkan lalu lintas karena air masih naik," ujar Iptu Rustam salah satu personel Polres Tebingtinggi yang bertugas di lokasi banjir.

sumber: iNews.id