Medan, hetanews.com - Sebanyak 4.235 rumah di di 33 desa/kelurahan di 5 kecamatan di Serdang Bedagai terdampak banjir akibat curah hujan yang tinggi, jebolnya sejumlah tanggul, air kiriman dari Kabupaten Simalungun serta terjadinya pasang mati di laut. Sampai saat ini, air masih setinggi 50 - 1 meter.

Kalaksa BPBD Kabupaten Serdang Bedagai, Henry Suharto mengatakan, 5 kecamatan yang terkena banjir tersebut yakni Kecamatan Tebing Tinggi, Kecamatan Sei Bamban, Kecamatan Sei Rampah, Kecamatan Dolok Masihul, dan Kecamatan Sipispis. Banjir ini, diawali hujan dengan intensitas tinggi sejak 8 November 2020.

Akibatnya, beberapa tanggul Kecamatan Sei Bamban, Kecamatan Tebing Tinggi, dan Kecamatan Dolok Masihul jebol. Banjir diperparah dengan air kiriman dari Kabupaten Simalungun dan terjadinya pasang mati di laut sehingga air tertahan dan melimpah di pemukiman warga.

"Rata-rata sampai saat ini kondisi di lokasi masih berair setinggi 50 cm- 1 meter," ujarnya ketika dikonfirmasi pada Sabtu (28/11) pagi.

Dijelaskannya, banjir kali ini mengakibatkan 5.145 kepala keluarga terdampak banjir dan ada 4.235 rumah terendam banjir. Namun demikian, masyarakat yang terdampak banjir masih berada di rumahnya masing-masing dan belum ada yang berpindah ke tempat yang lebih tinggi.

Dalam penanganan banjir ini, pihaknya sudah mendirikan Posko di tiap desa/kelurahan yang terdampak banjir, bersama komponen Desa, kecamatan, satgas BPBD, TNI/POLRI, Tagana. Kemudian, menyalurkan sembako/air mineral untuk dapur umum, mendirikan tenda di beberapa titik, menurunkan perahu fiber dan portable, di lokasi tertentu, pelayanan kesehatan serta Penerbitan SK Penetapan Darurat Bencana.

"Posko sudah ada di semua desa, begitu juga dengan logistiknya," katanya.

Sementara itu, dalam rekaman video yang dikirimkannya, Kapolek Sipispis, AKP Syaifullah mengatakan, pada Jumat (27/11) sekitar pukul 20.05 WIB, terjadi peningkatan air kurang lebih 1 meter di Sungai Bah Bolon di Kecamatan Sipispis. Dikhawatirkan akan lebih besar dari kemarin.

"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kecamatan Sipispis dan Kecamatan Tebing Tinggi agar berhati-hati dan waspada. Diperkirakan 4 jam, ke depan air akan sampai ke wilayah Tebing Tinggi," katanya.

Sumber: kumparan.com