Belgia, hetanews.com - Sejumlah negara di Eropa kembali menemukan kasus flu burung. Setelah sebelumnya di Prancis, Denmark, dan Belanda, kini kasus flu burung juga ditemukan di Norwegia, Kroasia, dan Belgia.

Dilansir Reuters, Sabtu (28/11), otoritas Norwegia lewat Badan Pengawas Makanan (FSA) menemukan kasus pertama jenis flu burung H5N8 yang sangat patogen.

Imbasnya, burung-burung ternak di Norwegia selatan harus ditempatkan di dalam ruangan, menyusul ditemukannya infeksi flu burung pada angsa liar berleher pendek.

Laporan temuan wabah flu burung sangat patogen juga dilaporkan oleh otoritas Belgia di salah satu peternakan unggas yang terletak di dekat perbatasan Prancis, tepatnya di kota barat Menen.

Norwegia dan Belgia Laporkan Kasus Pertama Flu Burung Sangat Patogen (1)
Ilustrasi peternakan ayam potong

Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan (OIE) melaporkan 600 ekor burung mati dan 151 ribu burung lainnya di Prancis dimusnahkan.

Sementara itu Kementerian Pertanian Kroasia mengungkapkan wabah flu burung yang terjadi di daerah Koprivnicko-Krizevacka telah membuat 4.315 burung mati.

Jenis flu burung yang sangat menular dan mematikan akhir-akhir ini menyebar cepat di Eropa. Sehingga membuat industri unggas di seluruh negara Eropa waspada.

Sebelumnya, sudah ratusan ribu ekor ayam yang dimusnahkan di berbagai negara untuk mengantisipasi penyebaran flu burung. Pemusnahan ini menyusul ditemukannya virus H5N8 pada ribuan unggas liar.

Risiko penularan terhadap manusia dari penyakit ini tergolong rendah, tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan virus dapat menyebar di antara burung migran yang kemudian menularkannya ke unggas peliharaan. Selain itu, wabah ini juga berpotensi merusak keseimbangan sektor pertanian.

Sumber: kumparan.com