Jakarta, hetanews.com - Lima belas jam lebih tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait suap urusan ekspor benur. Tim penyidik KPK membawa sekitar enam koper dari dalam gedung KKP.

Tim penyidik KPK keluar Gedung Mina Bahari IV, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Sabtu (28/11/2020), sekitar pukul 02.20 WIB. Tim penyidik KPK membawa enam koper berwarna biru dan oranye.

Tim penyidik mengenakan rompi berwarna krem bertuliskan KPK. Ketika keluar tim penyidik KPK membawa enam koper menuju mobil berwarna hitam.

Tim penyidik KPK tiba dan memasuki gedung KKP sejak pukul 10.45 WIB, Jumat (27/11). Hal itu berarti tim penyidik KPK melakukan penggeladahan sekitar lima belas jam lebih di dalam gedung KKP.

Usai menyelesaikan penggeledahan dan membawa koper, tim penyidik KPK meninggalkan gedung KKP. Belum ada keterangan dari tim penyidik KPK terkait penggeledahan ini.

Wartawan tak izinkan memasuki sekitar gedung KKP oleh petugas satuan pengamanan (satpam). Saat mengambil gambar tim penyidik KPK meninggalkan gedung KKP pun wartawan tak diperkenankan.

Novel Baswedan terlihat ikut langsung agenda penyidik KPK di KKP kemarin pagi. Novel tampak memakai topi hitam, masker, dan setelan pakai jas dan celana hitam.

Pukul 16.42 WIB, ada tujuh orang dari tim penyidik KPK yang keluar dari gedung Mina Bahari IV. Wartawan tidak diizinkan masuk area kantor KKP. Di dalam, masih ada sejumlah penyidik KPK yang terus bekerja.

Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Karyoto sebelumnya mengatakan tim penyidik kantor KPK melakukan penggeledahan di KKP. Selain itu penggeledahan juga direncanakan di rumah Menteri KKP Edhy Prabowo.

"Dan tentunya memang sedini mungkin kemarin kita sudah segel sehingga mungkin kemarin-kemarin tidak ada yang masuk di ruangan yang akan kita geledah, mudah-mudahan besok akan bisa kita laksanakan penggeledahan secara menyeluruh terhadap proses-proses," kata Karyoto dalam jumpa pers di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (26/11).

Karyoto menyebut penggeledahan ini dilakukan dari hasil penyelidikan kasus dugaan suap ekspor benih lobster atau benur.

"Yang sebagaimana kita ketahui dari hasil penyelidikan di awal dan ruang-ruang mana yang harus perlu kita geledah, mungkin itu. Hari ini mungkin belum kelihatannya belum bisa dilaksanakan, rekan-rekan bisa tahu cukup menyita perhatian dan waktu bagi rekan-rekan untuk rekan-rekan penyidik untuk melakukan tahap pemeriksaan mungkin itu," kata Karyoto.

Dalam kasus ini sudah ditetapkan 7 tersangka, antara lain:

Sebagai penerima:
1. Edhy Prabowo (EP) sebagai Menteri KKP;
2. Safri (SAF) sebagai Stafsus Menteri KKP;
3. Andreau Pribadi Misanta (APM) sebagai Stafsus Menteri KKP;
4. Siswadi (SWD) sebagai Pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK);
5. Ainul Faqih (AF) sebagai Staf istri Menteri KKP; dan
6. Amiril Mukminin (AM)

Sebagai pemberi:
7. Suharjito (SJT) sebagai Direktur PT DPP.

sumber: detik.com