Simalungun, hetanews.com - Majelis hakim yang diketuai, Hendrawan Nainggolan SH, meringankan vonis Parningotan Gultom (43), pelaku penikaman saksi korban, Parlindungan Siahaan.

Gultom hanya divonis 2 tahun penjara oleh hakim, disidang online Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (26/11/2020).

Warga jalan Cemara, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara ini, dinyatakan bersalah, melanggar pasal 351 (2) KUH Pidana. Sebelumnya, terdakwa dituntut jaksa, 3 tahun penjara karena diyakni bersalah melanggar pasal 353 (2).

Hakim berpendapat lain dan meringankan hukuman terdakwa dari tuntutan jaksa, H Ronald MP SH.

Gultom terbukti menikam saksi korban, pada hari Minggu, 12 Juli 2020, lalu, pukul 13.00 WIB, di warung milik Ujing Gultom, di Dusun I Lottung, Nagori Palianaopat, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun.

Korban dan terdakwa, duduk di meja yang sama dengan saksi Herbin Simamora, Manson Sinaga, dan Robinton Nainggolan. Terdakwa meminta agar minumannya ditambah oleh saksi korban.

Tapi korban menolak karena tidak punya uang. Terdakwa emosi dan mengatakan "Tak bagus kau jadi manusia". Mendengar hal itu, korban emosi dan memukul terdakwa. Pertengkaran itu dilerai oleh saksi saksi.

Kemudian saksi korban pergi dari warung tersebut, bersama dengan saksi Manson Sinaga dan kembali lagi pada sekitar pukul 13.30 WIB. Tapi duduk di meja terpisah dengan terdakwa.

Terdakwa Gultom yang masih emosi, mengambil pisau deres dari dapur warung dan mendekati korban. Seketika itu terdakwa mengeluarkan pisau deres dan mendorong saksi korban.

Korban tidak sanggup menahan dorongan tersebut, sehingga membuat bagian dada sebelah kiri saksi korban tertusuk. Kemudian terdakwa menusukkan pisau deres tersebut ke bagian perut saksi korban dan saksi korbanpun menjerit.

Sedangkan terdakwa pergi meninggalkan saksi korban dan langsung melarikan diri. Saksi korban langsung dibawa oleh saksi ke Rumah Sakit Umum Djasamen Saragih Pematangsiantar guna penanganan medis.

Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban menjadi terhalang untuk beraktivitas sehari-hari dan mencari nafkah sesuai dengan hasil Visum Et Repertum Nomor: 7483VI/UPM/VII/2020 tanggal 13 Juli 2020 yang dibuat dan ditandatangani  oleh Dr. Juliana K. R. Saragih.