Simalungun, hetanews.com - Jaksa Dedy Chandra Sihombing, menuntut terdakwa Tomro Siregar (47),  8 bulan penjara karena terbukti melakukan penganiayaan terhadap seorang pendeta (saksi korban) Tumahop M Silaban.

Tuntutan jaksa dibacakan dalam persidangan online, PN Simalungun, Jumat (27/11/2020).

Warga Dusun Lumban Baringin, Nagori Dolok Marlawan, Kecamatan Jorlang Hataran itu, dipersalahkan jaksa, melanggar pasal 351 (1) KUH Pidana tentang penganiayaan.

Dalam persidangan, terdakwa didampingi pengacaranya, P.Napitu dan akan mengajukan pembelaan (pledoi) secara tertulis.           

Menurut jaksa, perbuatan tersebut dilakukan terdakwa, pada  Sabtu, 22 Agustus 2020 lalu, pukul 17.00 WIB, di areal persawahan Dusun Sigaol, Nagori Dolok Marlawan, Kecamatan Jorlanghataran, Simalungun.

Saksi korban merupakan seorang pendeta, di salah satu rumah ibadah di Dolok Marlawan.

Sore itu, usai mengebumikan salah satu anggota jemaatnya, yakni, Am Oppu Mersi boru Panjaitan dan saat perjalanan pulang, tiba-tiba korban diserang oleh terdakwa dengan kepalan tangan kanan, meninju bagian kening korban sebanyak 3 kali hingga terjatuh ke sawah. Korban pun terluka hingga mengeluarkan darah.            

Kejadian itu, disaksikan pengurus gereja, Edi Tampubolon, Runggu Samosir dan Lundu Francis L Tobing.

Para saksi melerainya dan membawa korban berobat ke Puskesmas Tigabalata. Derita dan luka yang dialami korban, diperkuat oleh visum et revertum yang dibuat oleh dr Amran H Situmorang MKM, dokter pada Puskesmas Tigabalata.                

Terdakwa sebelumnya mengaku dendam kepada korban. Karena berdasarkan pengakuan istri terdakwa, jika korban pernah memperkosa istri terdakwa.

Untuk memberikan kesempatan kepada pengacara terdakwa, menyusun nota pembelaannya, majelis hakim, dipimpin Hendrawan Nainggolan dan dibantu panitera, P Saragih, menunda persidangan hingga Selasa (1/12/2020) mendatang.