Siantar, hetanews.com - Kasi Intel Kejari Siantar, Bas Faomasi Jaya Laia SH MH, membenarkan, pihaknya ada menerima laporan pengaduan, terkait dugaan korupsi, di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Siantar, masa bhakti 2016-2020.

Laporan tersebut diserahkan pelapor, melalui petugas PTSP Kejari Siantar, pada 14 September 2020, lalu.

"Kami masih mempelajari dan melakukan pubaket/puldata (pengumpulan bahan keterangan dan pengumpulan data) terkait laporan tersebut," katanya.

Adanya dugaan penyelewengan dana KONI itu, dilaporkan ke Kejaksaan oleh beberapa pengurus Cabang Olahraga (Renang, Bulu Tangkis, Atletik, dan Catur) yang bernaung di bawah KONI.

Beberapa pengurus cabang olahraga tersebut, menilai ada kejanggalan tentang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang dibuat pengurus KONI, periode 2016-2020.

Isi laporan pengaduan yang diserahkan ke Kejari Pematangsiantar. 

Demikian dikatakan Ketua PRSI, Erwin Siahaan yang dikonfirmasi Hetanews, melalui pesan WhatsApp, Jumat (27/11/2020).

Salah satu kejanggalan dalam LPJ tahun 2016, bantuan ke kompetisi futsal senilai Rp.20 juta. Sedangkan futsal, bukan merupakan cabang olahraga di bawah naungan KONI. Juga LPJ 2016-2019 ditemui banyak kejanggalan, katanya.

Tim Jaksa Intelijen Kejari Siantar, juga membenarkan, kalau pihaknya telah memintai sejumlah keterangan dari beberapa orang.

Termasuk pelapor, beberapa pengurus cabang olahraga, dan pengurus KONI, termasuk bendahara dan sekretaris, tanpa menyebutkan nama.

Gabungan pengurus cabang olahraga yang tergabung di KONI tersebut, mengharapkan aparat penegak hukum (APH) yakni Kejaksaan Negeri Siantar dapat mengusut tuntas dugaan penyelewengan tersebut. Dimana setiap tahunnya, KONI Siantar menerima dana hibah dari APBD Pemko Siantar untuk kepentingan atlit.

Namun selama ini, dana tersebut diduga hanya untuk kepentingan perjalanan dinas pengurus dan juga inventaris KONI. "Hampir 71 persen," katanya didalam laporan tersebut.