Pasien COVID-19 yang berstatus tanpa gejala atau OTG sebaiknya tetap waspada. Sebab, tak jarang kondisi tubuh pasien OTG tiba-tiba drop karena menurunnya kadar oksigen di dalam darah.

Kondisi ini disebut dengan Happy Hypoxia. Gejalanya tak hanya ditandai dengan sesak napas, tapi pasien COVID-19 bisa merasakan tubuh lemas hingga pingsan.

"Otak kita butuh oksigen, semua jaringan tubuh kita butuh oksigen. Nah, kalau oksigennya kurang, salah satu implikasi yang timbul adalah penurunan kesadaran. Pasien tampak ngantuk, ngantuk, lalu pingsan dan tidak bisa dibangunkan. Kita menyebutnya penurunan kesadaran," ujar Twindy dalam Live Corona Update bersama kumparan, Jumat (27/11).

Oleh karena itu, pasien corona, baik bergejala maupun tidak, harus terus memantau saturasi oksigen di dalam tubuhnya. Sebab, banyak yang merasa sehat dan baik-baik saja tiba-tiba kondisinya memburuk saat di RS.

"Lalu timbullah metabolisme yang membuat asam. Terus kerusakan jaringan akibat kekurangan oksigen," ungkap Twindy.

Normalnya, saturasi oksigen berada pada rentang 95–100%. Ketika kadar oksigen diukur, pasien COVID-19 banyak yang berada di bawah angka normal.

Jika lengah atau dibiarkan, kekurangan oksigen di dalam darah bisa sangat fatal. Sebab, terjadinya kerusakan jaringan akan berpengaruh ke fungsi organ dan gangguan kesehatan.

sumber: kumparan.com