Solo, hetanews.com - Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) sarapan bareng dengan putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, di Soto Gading, Solo, Jumat (27/11). Calon Wali Kota Solo itu datang sendiri, sementara Zulhas didampingi, Ahmad Mumtaz Rais, Sekretaris DPW PAN Jawa Tengah Umar Hasyim serta sejumlah kader lainnya.

Keduanya nampak akrab menyantap soto ayam yang juga menjadi kesukaan Presiden Jokowi serta mantan petinggi negara lainnya. Mereka nampak akrab bercengkrama dengan iringan musik keroncong dari kelompok pengamen.

“Yang jelas ini, sampai hari ini, ini sotonya paling enak, Soto Gading,” ujar mantan Ketua MPR RI tersebut.

Gibran mengaku sarapan bareng Zulkifli tersebut sekaligus untuk bersilaturahmi.

“Silaturahmi saja. Mumpung pak Zul ada waktu ke Solo. Kita sarapan Soto,” katanya.

Gibran juga menyampaikan terima kasih kepada para kader PAN yang telah bekerja keras untuk memenangkan pasangan Gibran-Teguh di Pilkada Solo.

“Nanti PRnya tinggal bagaimana mendatangkan masyarakat ke TPS. Biar masyarakat merasa nyaman ke TPS,” katanya diamini Zulhas.

Sementara itu, Mumtaz nampak memperlihatkan sesuatu dari telepon gemggamnya kepada Gibran usai sarapan. Selama beberapa menit, suami Selvi Ananada itu nampak mengamati handphone milik Mumtaz. Mumtaz ikut mendoakan dan memberikan semangat menjelang Pilkada. Ia juga akan ikut kampanye dalam waktu dekat.

“Insya Allah, insya Allah. Insya Allah mas Gibran sebagai anak muda bisa meneruskan regenerasi kepemimpinan di Kota Solo. Karena yakin itu karena saya juga punya garis keturunan dari Solo,” katanya.

Mumtaz yakin Gibran akan menang 99 persen. “Saya yakin mas diperanakan menang. Karena yang 1 persen hanya milik Allah,” katanya.

Sementara terkait materi pembicaraan keduanya, baik Gibran maupun Mumtaz enggan membocorkannya. Namun berdasarkan pengamatan merdeka.com, mereka sempat menyinggung kerjasama dalam hal konten di media sosial. Saat ditanyakan apakah Mumtaz ingin numpang terkenal atau panjat sosial (pansos) ia tak mengiyakan.

“Ah , bahasa anak muda itu, bahasa anak muda,” kelakarnya.

“Tambah semangatlah (didukung Mumtaz). Enggak pansos lah,” pungkas Gibran.

Sumber: merdeka.com