Hetanews.com - Kabar besar seputar pemberantasan korpusi di Tanah Air kembali mencuat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) melakukan operasi tangkap tangan ( OTT) terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

KPK juga mengamankan sejumlah barang bukti dalam penangkapan terkait kasus dugaan suap perizinan budidaya lobster tahun 2020 di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/11/2020) dini hari.

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menjelaskan, barang bukti yang diamankan terdiri dari kartu ATM BNI milik staf istri Edhy, Ainul Faqih, hingga sejumlah barang bermerek.

"Dari hasil tangkap tangan tersebut ditemukan ATM BNI atas nama AF (Ainul Faqih), tas LV (Louis Vuitton), tas Hermes, baju Old Navy, jam Rolex, jam Jacob n Co, tas koper Tumi, dan tas koper LV," kata Nawawi.

Nah, selain itu, KPK juga memamerkan sebuah sepeda, tetapi belum dijelaskan jenis dan harganya. Dalam pemberitaan di Harian Kompas, disebutkan sepeda yang menjadi barang bukti tersebut adalah roadbike merek Specialized tipe S-Work.

Sepeda road bike merek Specialized S-Works sebagai barang bukti ditunjukkan kepada wartawan saat penyampaian keterangan terkait kasus dugaan suap perizinan budidaya lobster tahun 2020 di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/11/2020) dini hari.
Foto: Kompas/Heru Sri Kumoro

Specialized adalah merek sepeda asal Amerika Serikat yang berdiri sejak tahun 1974, dan kini menjadi salah satu market leader dalam industri sepeda dunia. Varian S-Work dikenal memiliki beberapa sub-varian.

Berdasarkan penelusuran dari situs Specialized.com, sepeda yang menjadi barang bukti dalam kasus ini kemungkinan adalah varian S-Work Roubaix. Kesimpulan ini muncul dengan mengamati tampilan headtube berwarna jingga, dipadukan dengan wheelset hitam berbalut ban corak tanwall.

Seperti yang terlihat dalam foto di atas, sepeda tersebut memang belum dirakit dan sebagian besar frameset-nya masih terbungkus. Hanya sisi headtube dan profil roda yang terlihat.

Jika itu adalah S-Work Roubaix maka varian ini merupakan salah satu produksi anyar Specialized yang dibuat berdasarkan inspirasi dari kemenangan tujuh kali di ajang balapan Paris-Roubaix. Paris–Roubaix adalah ajang balap sepeda pria profesional selama satu hari di Perancis utara.

Balapan dimulai dari utara Paris dan berakhir di Roubaix, yang berada di perbatasan Belgia. Disebutkan, sepeda ini memiliki nama resmi " the all-new S-Works Roubaix".

Grupset Shimano Dura-Ace Di2 ​​​(VIA SPECIALIZED)

Dengan seatpost Pavé baru, varian Roubaix ini diklaim sebagai produk Specialized paling seimbang hingga saat ini. Aerodinamikanya pun disebut setara dengan Tarmac, salah satu varian terkenal Specialized lainnya. 

Lebih jauh, meskipun mengedepankan performa, produsen yang berbasis di California ini menyebutkan, "the new Roubaix" ini tetap menawarkan kenyamanan. "Mesin" sepeda ini menggunakan groupset Shimano Dura-Ace Di2 dengan 2x11 percepatan.

Performa itu lalu dipadukan dengan Roval CLX 50 carbon fiber wheels -yang mereka sebut sebagai set ban level kompetisi dunia. Kemudian, seperti yang sudah disebut di atas, Pavé seatpost, dan ban 28mm Turbo Cotton menyempurnakan spesifikasi dari sepeda ini.

Lantas, berapa harga yang harus dibayar untuk sebuah the all-new S-Works Roubaix?

Laman Specialized.com membanderol satu unit the all-new S-Works Roubaix  ini seharga 11.000 dollar AS atau sekitar Rp 156 juta. Jika sepeda ini masuk ke Indonesia melalui jalur resmi, tentu harga tersebut akan jauh lebih mahal.

Sebab, ada kewajiban pajak yang harus dipenuhi, belum termasuk biaya pengiriman.  Lalu, bagaimana dengan sepeda yang kini disita KPK ini? Kita tunggu kabar selanjutnya...

Sumber: kompas.com