Jakarta, hetanews.com - Mike Tyson, 54 tahun, akan keluar dari masa pensiunnya untuk menghadapi Roy Jones Jr dalam pertarungan eksibisi pada 28 November mendatang. Mantan juara dunia kelas berat Tyson terlihat dalam kondisi yang luar biasa sebelum kembali ke ring setelah kehilangan 45 kilogram massa tubuhnya.

Petarung Amerika Serikat itu pensiun pada 2005 dengan rekor impresif 50-6 termasuk 44 KO. Irineu Loturco, Dokter Ilmu Olahraga dan Riset di Nucleus of High Performance in Sport, mengungkapkan kemampuan Tyson dalam meninju lawannya. Menurut dia, lawannya bisa terkena dampak yang setara dengan menerima beban sekitar 450 kilogram.

"Pukulan dari petinju kelas berat dapat mengenai lawan di kepala dengan dampak yang setara dengan 450 kilogram atau seberat grand piano. Perlu dikatakan bahwa ini adalah nilai rata-rata dalam studi yang dipublikasikan. Mike Tyson selalu jauh di atas itu," ujar dia kepada Globoesporte, dikutip dari The Sun, Rabu, 25 November 2020.

Seorang ahli saraf, Renato Anginnah, juga mengungkapkan risiko yang diambil Tyson dan Roy Jones Jr pada pertarungan keduanya nanti. Renato Anginnah mengatakan, "Otak kita menua secara alami dan lebih mungkin mengalami cedera serius. Ini jauh lebih serius. Tentu saja, ini melibatkan risiko yang lebih besar."

Deontay Wilder dianggap sebagai petinju dengan pukulan terkuat di antara semua petinju, tapi Tyson, 54 tahun, bisa kembali ke performa terbaiknya saat dia memamerkan kekuatannya selama persiapan. Mike Tyson mengaku sudah lebih baik dari sebelumnya secara fisik dan mental.

Laki-laki berjuluk The Baddest Man on the Planet ini juga mengaku memiliki berat badan terendah sejak usia 18 tahun sejak debutnya. Adapun Roy Jones Jr, 51 tahun, mengakui risiko kematian adalah suatu kemungkinan ketika menghadapi Tyson.

Pelatih Mike Tyson, Rafael Cordeiro, bersikeras bahwa Tyson dapat membunuh seseorang dalam laga comeback tinju. Menurut dia, pukulan tinju Iron Mike begitu mematikan meskipun sudah menginjak usia 54 tahun.

Sumber: tempo.co