Jakarta, hetanews.com - Nominasi calon penerima hadiah Nobel Perdamaian 2021 diisi oleh para tokoh kontroversial. Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed al Nahyan dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu masuk nominasi ini.

Mereka dimasukkan ke dalam nominasi karena dianggap menjadi ujung tombak normalisasi hubungan antara UEA dan Israel.

Dilansir Al Arabiya, Kamis (26/11/2020) peraih Nobel Perdamaian 1998, Lord David Trimble, yang menang karena mempromosikan perdamaian di Irlandia Utara, menominasikan kedua pemimpin tersebut pada hari Selasa (24/11), kata kantor Netanyahu dalam sebuah pernyataan kepada Al Arabiya

"Keputusannya untuk mengajukan pencalonan Perdana Menteri Netanyahu (dan Sheikh Mohammed bin Zayed) akan mengarahkan komite untuk membahas masalah tersebut," kata kantor Netanyahu.

Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2021 akan diumumkan pada Oktober mendatang. UEA dan Israel pertama kali mengumumkan bahwa mereka akan menormalisasi hubungan pada 13 Agustus lalu.

Perjanjian damai, yang dikenal sebagai Abraham Accords, disahkan pada upacara penandatanganan trilateral dengan negara Bahrain di Gedung Putih pada bulan September. Perjanjian ini kontroversial karena dianggap mengabaikan suara Palestina.

Palestina juga mengecam perjanjian ini. UEA dan Bahrain masing-masing adalah negara Arab ketiga dan keempat yang berdamai dengan Israel setelah Mesir pada 1979 dan Yordania pada 1994.

Lebih dari satu bulan setelah upacara penandatanganan, Sudan mengumumkan akan mengikuti. AS Donald Trump mengatakan bahwa ada "negara lain yang mengantre" di Timur Tengah untuk berdamai dengan Israel.

Trump, yang menjadi perantara Abraham Accords, juga telah dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian 2021. Siap lagi yang masuk nominasi Nobel Perdamaian? Klik halaman selanjutnya.

Selain itu, anggota parlemen Norwegia Christian Tybring-Gjedde mengajukan nama Trump pada 9 September.

"Ini atas kontribusinya bagi perdamaian antara Israel dan UEA. Ini adalah kesepakatan yang unik, "kata Tybring-Gjedde kepada Reuters saat itu.

Para ahli dan tokoh media sebelumnya menyerukan agar Hadiah Nobel Perdamaian diberikan kepada ketiga pemimpin AS, UEA, dan Israel atas pencapaian kesepakatan bersejarah mereka.

Pakar Timur Tengah Ghanem Nuseibeh mengatakan pada saat pengumuman bahwa penghargaan tersebut harus diberikan kepada ketiga pemimpin tersebut.

Sumber: detik.com